4. Terasa sangat sakit saat terpukul
Dengan berada di luar tubuh, testis memang sangat rentan akan kontak dari luar. Oleh karena itu, mereka memiliki jutaan saraf yang super sensitif akan rasa sakit dan nyeri agar para lelaki lebih sadar untuk melindungi mereka dari bahaya.
Otot skrotum juga akan menariknya ke arah tubuh apabila merasakan ada bahaya atau emosi. Apabila seorang lelaki merasa diancam atau ketakutan, otot akan berkontrasi tanpa ia sadari.
5. Skrotum sama sensitifnya seperti vulva
Tak hanya sensitif pada rasa sakit, kantung skrotum juga sensitif pada rangsangan seksual. Respons ini mirip dengan vulva dan labia pada perempuan, walau tidak sama 100 persen.
6. Berisiko tinggi apabila mengenakan celana dalam ketat
Sebuah studi pada Human Reproduction mengungkapkan bahwa lelaki yang mengenakan celana boxer memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi dan total sperma 17 persen lebih tinggi ketimbang jenis celana dalam lainnya.
Pakar merekomendasikan untuk mengenakan celana dalam yang tidak ketat agar testis memiliki area yang cukup untuk mengatur suhu dengan mendekatkan atau menjauhkan dari tubuh.
Selanjutnya
7. Kanker testis sering terlambat diketahui
Kanker testis ditandai dengan nyeri di punggung lelaki, selangkangan, perut atau skrotum, kembung di abdomen, rasa berat di skrotum, perubahan bentuk salah satu atau kedua testis, atau benjolan pada testis.
Sayangnya kanker ini sering terlambat dikenali karena bisa tumbuh tanpa menekan organ atau tulang terdekat, sehingga tidak terasa sakit. Untungnya, kanker ini bisa disembuhkan namun sangat penting bagi para lelaki untuk mendeteksi dini dirinya sendiri.
8. Salah satunya bisa sembunyi di dalam tubuh
Saat bayi lelaki tumbuh di dalam rahim, testisnya biasanya jatuh dari abdomen ke skrotum. Akan tetapi dalam beberapa kasus, seorang bayi lelaki bisa lahir dengan salah satu atau kedua testis masih berada di dalam abdomennya.
Terkadang akan jatuh sendiri dalam beberapa bulan awal, namun apabila tidak terjadi dalam empat bulan setelah lahir, maka diperlukan operasi. Operasi ini bisa menyelesaikan masalah, namun bisa membawa risiko komplikasi nantinya, seperti kanker testis.
9. Testis tidak bisa membiru, namun bisa bertambah besar
Beberapa pria merasakan nyeri di testis saat mereka sangat terangsang namun tidak bisa berejakulasi. Kondisi ini disebut epididymal hypertension (EH) yang terjadi saat pembuluh darah ke penis dan testis melebar untuk aliran darah.
Biasanya setelah itu lelaki akan mengalami ereksi. Dalam kondisi tersebut, tak hanya penis yang membesar namun juga testisnya.