Studi: Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Sabtu, 04 Juli 2020 | 14:03 WIB
Studi: Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi dari Universitas Collage London (UCL) menyebutkan, bahwa terlalu sering berpikiran negatif  bisa tingkatkan risiko demensia. Studi tersebut telah diterbitkan dalam Alzheimer's & Dementia.

Dilansir dari Science Daily, para peneliti mengikuti orang berusia di atas 55 tahun. Mereka menemukan pemikiran negatif berulang (RNT) terkait dengan penurunan kognitif serta deposisi protein otak berbahaya yang terkait dengan Alzheimer dan demensia.

Para peneliti mengatakan RNT harus diselidiki lebih lanjut sebagai faktor risiko potensial untuk demensia. 

"Depresi dan kecemasan di usia paruh baya dan usia lanjut sudah diketahui sebagai faktor risiko demensia," kata Dr Natalie Marchant dari UCL Psychiatry yang juga penulis utama penelitian. 

"Di sini, kami menemukan bahwa pola pemikiran tertentu yang terlibat dalam depresi dan kecemasan bisa menjadi alasan yang mendasari mengapa orang-orang dengan kelainan itu lebih mungkin untuk mengembangkan demensia," tambahnya. 

Studi yang didukung Alzheimer Society, tim peneliti dari UCL, INSERM dan McGill University ini mempelajari 292 orang di atas usia 55 yang merupakan bagian dari studi kohort PREVENT-AD dan 68 orang lagi dari kohort IMAP +.

Selama dua tahun, peserta penelitian menjawab pertanyaan tentang bagaimana mereka biasanya berpikir tentang pengalaman negatif dengan fokus pada pola RNT seperti perenungan tentang masa lalu dan khawatir tentang masa depan. 

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi

Para peserta juga menyelesaikan pengukuran gejala depresi dan kecemasan. Fungsi kognitif mereka dinilai, mengukur memori, perhatian, kognisi spasial, dan bahasa. 

Sekita 113 partisipan juga menjalani pemindaian otak PET, pengukuran endapan tau dan amiloid.

baca juga

Para peneliti menemukan bahwa orang yang menunjukkan pola RNT lebih tinggi mengalami penurunan kognitif lebih dari periode empat tahun dan menurunkan daya ingat (yang merupakan salah satu dari tanda-tanda awal penyakit Alzheimer). Mereka juga lebih cenderung memiliki deposit amiloid dan tau di tubuh mereka.

"Kami mengusulkan bahwa pemikiran negatif berulang dapat menjadi faktor risiko baru untuk demensia karena dapat berkontribusi pada demensia dengan cara yang unik," kata Dr. Marchant.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sama-Sama Gangguan Otak, Demensia dan Alzheimer Itu Berbeda!

Sama-Sama Gangguan Otak, Demensia dan Alzheimer Itu Berbeda!

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 15:27 WIB

Pandemi Virus Corona Membuat Kasus Kematian akibat Alzheimer Meningkat!

Pandemi Virus Corona Membuat Kasus Kematian akibat Alzheimer Meningkat!

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 10:00 WIB

Studi: Punya Pasangan Optimis Cegah Demensia dan Alzheimer di Hari Tua

Studi: Punya Pasangan Optimis Cegah Demensia dan Alzheimer di Hari Tua

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Kejagung Periksa 4 ASN Pemkot Bekasi Terkait Kasus Tata Kelola KSO Pertamina EP

Kejagung Periksa 4 ASN Pemkot Bekasi Terkait Kasus Tata Kelola KSO Pertamina EP

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Jawab Kritik Formasi 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Bukan Gemuk, tapi Kaya Pengalaman

Jawab Kritik Formasi 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Bukan Gemuk, tapi Kaya Pengalaman

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×