Dokter: Pasien Covid-19 yang Alami Koma Lebih Memilih Mati Daripada Siuman

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 08 Juli 2020 | 14:23 WIB
Dokter: Pasien Covid-19 yang Alami Koma Lebih Memilih Mati Daripada Siuman
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien covid-19 dengan kondisi koma cenderung akan mengharapkan dirinya mati daripada siuman. Konsultan London Dr. Zudin Puthucheary mengatakan, penyebabnya karena trauma mental dan fisik akibat obat bius yang menyakitkan.

Menurutnya, ketika keadaan koma, pasien berjuang dengan kondisi kesadaran yang berubah dan menyebabkan mereka mengalami delusi, halusinasi, hingga kebingungan. Meski begitu, dampak kondisi itu bisa berbeda tiap orang.

"Beberapa orang akan mengatakan, dalam waktu dua hingga tiga tahun mendatang, mereka bahagia hidup. Beberapa orang lain akan mengatakan bahwa mereka lebih baik mati. Itu tergantung dengan apa yang orang anggap sebagai kualitas hidup yang baik," kata Dr. Puthucheary yang juga pemimpin rehabilitasi nasional Perhimpunan Perawatan Intensif, dilansir dari Mirror.

Pakar mengatakan pasien menghadapi kesulitan untuk pulih bukan hanya karena kondisi kritis yang dialami. Tetapi karena obat kuat yang diperlukan untuk merawat mereka.

Ketika seorang pasien koma, katanya, masalah terbesar yang terjadi adalah kehilangan massa otot. Sehingga pasien akan kesulitan untuk menelan makanan juga minum.

Pasien yang sakit kritis dalam koma pada usia produktif akan kehilangan massa otot sebelum lemak sekitar 2-3 persen. Massa otot biasanya hilang dalam sehari, yang bagi pasien dengan berat 90 kilogram berarti kehilangan 1-2 kg sehari.

Beberapa membutuhkan trakeotomi invasif atau tindakan bedah untuk membuat lubang pada saluran udara agar bisa bernafas dan juga makan melalui selang karena mereka tidak dapat menelan makanan dan air sendiri.

Seseorang yang koma, walaupun hanya 10 hari, kata Dr Puthucheary, mengharapkan waktu pemulihan hanya berjalan dengan hitungan bulan.

Sayangnya, ketika seorang pasien koma meninggalkan rumah sakit, mereka masih memerlukan rehabilitasi intensif selama kurang lebih satu hingga lima tahun. Karena mereka cenderung masih membutuhkan bantuan medis untuk melakukan beraktivitas.

"Banyak pasien kami yang terinfeksi virus corona merupakan pekerja yang mengandalkan fisik dan mereka jelas akan berjuang untuk melakukan itu, seperti juga dokter dan perawat kami yang jatuh sakit," katanya.

Akibat koma itu, pasien biasanya mengalami delusi, halusinasi, dan gangguan stres pascatrauma yang bahkan bisa terjadi selama bertahun-tahun. Namun dampak fisik jangka panjang pada pasien covid-19 masih dipelajari oleh para ahli di seluruh dunia.

Beberapa pasien telah menderita kerusakan permanen pada paru-paru, ginjal dan jantung mereka, dan bahkan kerusakan otak. Beberapa bulan kemudian, pasien masih bisa menderita sesak napas, kelelahan, dan nyeri otot, kata para ahli.

Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan ribuan pasien Covid-19 akan diteliti dalam penelitian tentang dampak jangka panjang virus.

Pemerintah telah meluncurkan studi terbesar di dunia ke dalam implikasi fisik dan mental dari virus untuk pasien yang dirawat di rumah sakit.

Dipimpin oleh National Institute for Health Research (NIHR), Leicester Biomedical Research Centre, kemitraan antara Universitas Leicester dan Rumah Sakit Universitas Leicester NHS Trust, studi ini akan mengacu pada keahlian dari para peneliti dan dokter terkemuka dari seluruh Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbaru: Covid-19 Bisa Merusak Otak Penderitanya

Studi Terbaru: Covid-19 Bisa Merusak Otak Penderitanya

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:19 WIB

Berapa Lama Masa Inkubasi setelah Sembuh dari Covid-19?

Berapa Lama Masa Inkubasi setelah Sembuh dari Covid-19?

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 21:12 WIB

Mantan Dokter Menolak Ketika Diminta Membantu Tangani Pasien Covid-19

Mantan Dokter Menolak Ketika Diminta Membantu Tangani Pasien Covid-19

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2020 | 18:02 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB