Pandemi Covid-19 Bikin Program Vaksin Difteri dan Tetanus Menurun Drastis

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 12:05 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Program Vaksin Difteri dan Tetanus Menurun Drastis
Ilustsrasi faksin. (foto: www.foxnews.com)

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, jumlah anak-anak di seluruh dunia yang tervaksinasi telah menurun drastis sejak ada pandemi Covid-19.

Penurunan imunisasi itu terjadi pada vaksin difteri, tetanus, dan batuk rejan selama empat bulan pertama tahun ini. Kondisi ini menjadi yang pertama kalinya dalam hampir tiga dekade.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Dr. Tedros Ghebreyesus menyampaikan bahwa vaksin adalah alat kesehatan masyarakat yang sangat kuat. 

Vaksin Difteri. (Shutterstock)
Vaksin Difteri. (Shutterstock)

Unicef dan WHO juga mencatat, berdasarkan survei PBB bahwa tiga perempat dari 80 negara mengalami gangguan program imunisasi.

Mereka mengatakan gangguan itu terkait dengan kurangnya alat pelindung diri bagi petugas kesehatan, pembatasan perjalanan, tingkat staf yang rendah, dan kekhawatiran orangtua untuk meninggalkan rumah.

Hingga Mei, setidaknya 30 kampanye vaksinasi campak telah dibatalkan. Meski sebenarnya wabah campak sudah meningkat sebelum pandemi melanda, dengan 10 juta orang terinfeksi pada 2018 dan 140.000 kematian, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, menurut data PBB.

Kepala Unicef Henriette Fore mengatakan wabah virus corona telah membuat program vaksinasi rutin menjadi tantangan yang menakutkan.

"Kita harus mencegah kerusakan lebih lanjut dalam cakupan vaksin sebelum nyawa anak-anak terancam oleh penyakit lain. Kita tidak dapat menukar satu krisis kesehatan dengan krisis lainnya," kata Fore dikutip dari BBC.

Gangguan pada program imunisasi global menjadi berita yang sangat buruk, terutama bagi negara-negara termiskin di dunia. Diperkirakan bahwa imunisasi bisa menyelamatkan hingga 3 juta jiwa dalam setahun dengan melindungi anak-anak dari penyakit serius.

Pada tahun 2019, hampir 14 juta anak-anak, lebih dari separuhnya ada di Afrika,  tidak mendapatkan vaksin campak dan difteri. Dua pertiga dari mereka berada di Angola, Brasil, Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Meksiko, Nigeria, Pakistan, dan Filipina.

Sementara itu, negara-negara yang memiliki riwayat tingkat imunisasi tinggi juga telah turun. Seperti di Amerika Latin dan Karibia, kata PBB. Cakupan imunisasi di sana turun setidaknya 14 poin persentase di Brasil, Bolivia, Haiti dan Venezuela selama dekade terakhir.

"Kemungkinan seorang anak yang lahir hari ini akan divaksinasi penuh dengan semua vaksin yang direkomendasikan secara global pada saat dia mencapai usia lima tahun kurang dari 20 persen," kata Unicef dan WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Negara dengan Penelitian Vaksin Covid-19 Paling Menjanjikan

5 Negara dengan Penelitian Vaksin Covid-19 Paling Menjanjikan

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 10:36 WIB

Dikasih Obat dari Unair, 359 Pasien Corona Kluster Secapa AD Bandung Sembuh

Dikasih Obat dari Unair, 359 Pasien Corona Kluster Secapa AD Bandung Sembuh

Jabar | Kamis, 16 Juli 2020 | 10:29 WIB

Vaksin Virus Corona AS Siap Masuk Fase Uji Klinis Tahap 3, Kapan Rampung?

Vaksin Virus Corona AS Siap Masuk Fase Uji Klinis Tahap 3, Kapan Rampung?

Health | Kamis, 16 Juli 2020 | 10:04 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB