Anak dengan ADHD Tidak Dianjurkan Makan Nasi Putih dan Kentang, Mengapa?

Ririn Indriani, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 25 Juli 2020 | 13:30 WIB
Anak dengan ADHD Tidak Dianjurkan Makan Nasi Putih dan Kentang, Mengapa?
Ilustrasi anak hiperaktif perlu diet khusus. [shutterstock]

Suara.com - Anak dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yang ditandai dengan terlalu aktif beraktifitas alias hiperaktif perlu dikontrol, salah satunya dengan pola makan (diet) yang tepat.

Spesialis Anak dr. Herbowo A. Soetomenggolo, Sp.A(K) menjelaskan anak dengan ADHD yang dalam bahasa Indonesia disebut GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) memang disarankan untuk menjalani diet yang membatasi karbohidrat sederhana.

"Mau nggak mau kita harus kurangi karbohidrat, kalau mau makan karbohirat, karbohidratnya yang kompleks," ujar dr. Herbowo, Sabtu (25/7/2020).

Penyebab karbohirat sederhana dibatasi, lantaran jenis makanan ini bisa dengan mudah diolah menjadi gula.

Sedangkan gula bisa membuat anak yang tadinya tidak bisa diam atau hiperaktif ini semakin bergerak terus tanpa henti, karena gula memberikan ia energi lebih.

Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)
Ilustrasi nasi putih. (Shutterstock)

"Kita harus hindari karbohidrat yang bisa dipecah jadi gula, jadi nasi, kentang, saya tidak rekomendasikan, karena itu mudah sekali diubah jadi gula," jelasnya.

Ada banyak karbohidrat kompleks yang bisa diberikan anak untuk mengurangi gerakan berlebih pada anak ADHD.

Jenis karbohirat tersebut tidak mudah dipecah menjadi gula seperti sayuran, buah, nasi merah dan hitam.

Namun perlu diingat pengurangan karbohirat sederhana bisa dilakukan bila berat badan anak normal, atau tidak kurang gizi.

baca juga
Ilustrasi kentang. (Shutterstock)
Ilustrasi kentang. (Shutterstock)

Dokter Herbowo menjelaskan bila berat badan anak lantas karbohidrat sederhananya dibatasi, maka hanya akan membuat anak dengan ADHD mudah sakit, bahkan bisa merusak perkembangan otaknya.

"Kalau berat badannya kurang, berat badannya harus dibetulkan dulu. Karena kita nggak mau gara-gara anaknya nggak bisa diem beratnya kurang," terang dokter yang berpraktik di RSIA Jakarta itu.

Olah karena itu dr. Herbowo menganjurkan bila berat badan anak kurang, maka orangtua harus menaikkan dulu berat anak sampai normal. Caranya, dengan memberikan makanan yang bisa menambah berat badannya, seperti karbohidrat, susu, dan lemak.

Setelah normal, maka pengurangan atau pembatasan karbohirat sederhana bisa dilakukan. "Tapi bukan seperti diet keto yang sama sekali tidak karbohirat ya, karena diet ini menghambat tumbuh kembangnya," jelasnya merinci.

Lantas selain karbohidrat kompleks, makanan lain yang direkomendasi untuk anak dengan ADHD, apa saja? Dokter Herbowo mengatakan lemak dan protein, seperti protein nabati dari kacang-kacangan, protein hewani seperti telur, daging, dan susu.

"Pemberian protein dan lemak lebih mengecilkan kemungkinan anak makin aktif. Jadi urutannya badan kita memecah gula, baru kemudian memecah lemak, dan kalau udah abis baru dia mecah protein," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dialami, Ternyata Ini Alasan Kita Merasa Bosan Menurut Psikologi

Sering Dialami, Ternyata Ini Alasan Kita Merasa Bosan Menurut Psikologi

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:05 WIB

Waspada Jika Anak Tidur Menganga

Waspada Jika Anak Tidur Menganga

Health | Senin, 12 November 2018 | 13:20 WIB

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Health | Senin, 03 September 2018 | 12:00 WIB

Terkini

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×