Studi: Virus Corona Sebabkan Kerusakan Organ, Mirip Akibat Serangan Jantung

Selasa, 28 Juli 2020 | 17:39 WIB
Studi: Virus Corona Sebabkan Kerusakan Organ, Mirip Akibat Serangan Jantung
Ilustrasi pasien. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona bisa menyebabkan kerusakan yang sama dengan serangan jantung. Kondisi tersebut bahkan menyerang lebih dari 75 persen pasien. 

Dua studi dari Jerman menunjukkan, bahwa virus corona memengaruhi berbagai organ yang sama dengan kerusakan akibat serangan jantung. 

Melansir dari The Sun, penelitian pertama dilakukan oleh oleh tim dari Rumah Sakit Universitas Frankfurt, Jerman. Studi ini diterbitkan dalam jurnal JAMA.

Pada studi pertama ini, para peneliti mengamati pemindaian MRI terhadap 100 orang yang telah dikonfirmasi terinfeksi virus corona antara April hingga Juni.

Melalui analisis MRI, penelitian menunjukkan bahwa 78 dari 100 orang memiliki tanda-tanda kerusakan jantung. Sementara 76 persen memiliki kadar protein troponin tinggi yang dilepaskan ke aliran darah. Peningkatan kadar protein troponin ini biasanya terjadu akibat serangan jantung.

Analisis pada studi pertama juga menunjukkan bahwa 60 orang memiliki tanda-tanda peradangan jantung.

Sementara itu, studi kedua dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Jantung dan Pusat Vaskular di Hamburg, Jerman. Studi ini memeriksa jaringan jantung dari 39 orang yang meninggal akibat Covid-19.

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Sebagian besar pasien dalam penelitian memiliki tanda-tanda kerusakan jantung akibat virus corona. Tapi peneliti tidak menemukan infeksi jantung parah. 

Meskipun begitu, para peneliti menyetakan bahwa 16 pasien memiliki konsentrasi virus yang tinggi pada jantung dan bereplikasi dalam jaringan sampai pasien meninggal. 

Baca Juga: Satgas Covid-19 Kembali Tegaskan Pandemi Corona Bukan Konspirasi

Para ahli mengatakan belum jelas berapa lama kerusakan pada jantung akan tetap bertahan pada pasien. Namun, penelitian ini bisa menjelaskan mengapa banyak pasien masih merasa lemah dan kelelahan meski telah dinyatakan bebas dari virus. Mereka juga mengatakan temuan mereka bisa digunakan untuk membantu para tenaga medis untuk memantau kesehatan jantung jangka panjang para penyintas Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI