alexametrics

Virus Corona Jenis Baru Sebabkan Ratusan Unta Mati di Kenya

Risna Halidi
Virus Corona Jenis Baru Sebabkan Ratusan Unta Mati di Kenya
Ilustrasi unta (Shutterstock).

"Lebih dari 200 unta mati di Marsabit saja, unta kami menderita batuk parah, kedua kelenjar getah bening mereka membengkak dan beberapa hari kemudian mati."

Suara.com - Selama beberapa bulan terakhir, setidaknya ratusan unta mati di Kenya mati akibat sakit misterius.

Namun menurut pejabat kesehatan di Marsabit, Kenya Utara, penyebab kematian unta tersebut diketahui disebabkan oleh jenis virus corona yang baru.

Dikutip dari Antara, pejabat kesehatan mengatakan kepada awak media bahwa virus corona pada unta tidak menimbulkan risiko bagi manusia namun telah menyebabkan lebih dari 200 unta mati.

Pihaknya memperingatkan angka tersebut kemungkinan akan terus bertambah sebab sebagian besar kasus tidak dilaporkan.

Baca Juga: Pasien Sembuh Covid-19 Bisa Mengalami Kerontokan Rambut

Virus corona ini dikaitkan dengan Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan dianggap bertanggung jawab atas kematian ratusan unta, yang melumpuhkan usaha ternak hidup.

"Virus corona pada unta ini ditemukan dalam populasi unta dan tiga orang ... yang mengurusi unta, yang terbukti tertular virus corona," kata Adano Kochi, direktur kesehatan masyarakat daerah Marsabit kepada wartawan.

Bonaya Racha, pimpinan setempat yang mewakili pemerintah di daerah tersebut, mengatakan: "Lebih dari 200 unta mati di Marsabit saja, unta kami menderita batuk parah, kedua kelenjar getah bening mereka membengkak dan beberapa hari kemudian mati."

Penduduk setempat kini merasa khawatir meski telah diyakinkan bahwa virus corona unta tidak berisiko pada mereka sebab mayoritas penduduk bergantung pada produk unta seperti susu, daging dan keju.

Baca Juga: Perempuan Bunuh Diri di RS Royal Prima Medan karena Stres Positif Corona

Komentar