Bisakah Mencegah Kerusakan Pada Pendonor Ginjal Tanpa Obat-obatan?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:21 WIB
Bisakah Mencegah Kerusakan Pada Pendonor Ginjal Tanpa Obat-obatan?
Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)

Suara.com - Transplantasi menjadi terapi paling ideal bagi pasien penyakit gagal ginjal tahap akhir (PGTA). Dalam bidang kedokteran, transplantasi ginjal bisa menggunakan donor hidup atau donor kadaver (mayat yang diawetkan)

Meski demikian, hingga saat ini Indonesia hanya menggunakan transplantasi dari donor hidup. Meski ideal bagi pasien, tranplantasi seperti itu sebenarnya juga memiliki risiko kesehatan bagi si pendonor.

Dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun menjelaskan, pasca tindakan donor, fungsi ginjal yang tersisa akan menurun selama beberapa hari.

Namun kondisinya akan kembali meningkat sampai 70 persen setelah ginjal sisa berhasil beradaptasi. Mengembalikan fungsi ginjal yang tersisa untuk kembali normal itu disebut sebagai proses Hiperfiltrasi.

"Hiperfiltrasi yang berhasil mengembalikan fungsi ginjal donor disebut hiperfiltrasi adaptif. Sebaliknya, hiperfiltrasi yang tidak berhasil mengembalikan fungsi ginjal disebut sebagai hiperfiltrasi maladaptif," jelasnya dalam sidang virtual promosi gelar Doktor di Universitas Indonesia, Senin (10/8/2020).

Jika pendonor mengalami hiperfiltrasi maladaptif, lanjutnya, bisa berisiko mengalami gangguan ginjal akut kemudian menjadi gangguan ginjal kronik.

Sayangnya, sejauh ini mekanisme yang menjelaskan proses hiperfiltrasi masih belum diketahui.

Dari penelitian yang dilakukannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo selama April - Desember 2019, Maruhum mendapati bahwa 47,5 persen pendonor ginjal mengalami hiperfiltrasi maladaptif.

Angka itu berdasarkan 40 pendonor ginjal di RSCM yang bersedia menjadi responden penelitian.  Menurut Maruhum, kondisi hiperfiltrasi maladaptif bisa dihindari tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. 

baca juga

"Terdapat beberapa cara mengurangi risiko tanpa obat-obatan. Pertama menurunkan berat badan maka sel lemak akan berkurang sehingga menurunkan sitokin proimflamasi dan akan menghambat arteriosklerosis," paparnya.

Cara kedua, yakni cukup dengan mengatur pola makan dengan banyak konsumsi sayur dan buah.

Maruhum menjelaskan bahwa tingginya kadar fiber pada sayur akan menurunkan reaksorbsi lipit dan menghambat arteriosklerosis atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

Sedangkan buah-buahan banyak mengandung antioksidan yang mampu mengambat terbentuknya ros yang berperan dalam kerusakan podosit.

"Sehingga dengan makan buah dan sayur kerusakan membran filtrasi akan dihambat dan mencegah penurunan ginjal. Prinsipnya, di luar terapi farmafologi, pola hidup yang baik jadi poin penting untuk mempertahankan fungsi ginjal," tambahnya.

Penelitian yang ia lakukan didapatkan usia rata-rata pendonor yaitu 45.85 tahun dan 67,5 persen berjenis kelamin  wanita.

Jumlah donor yang memiliki hubungan keluarga sebesar 45 persen. Sementara 47,5 persen pendonor mengalami hiperfiltrasi maladaptif 30 hari setelah operasi. 

Fungsi ginjal donor yang dinilai dengan LFG terlihat berbeda bermakna sejak hari praoperasi sampai dengan hari ke 30 pasca operasi antara kedua kelompok. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Cek Fungsi Ginjal di Rumah Sakit Terkini

Biaya Cek Fungsi Ginjal di Rumah Sakit Terkini

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 11:18 WIB

Risiko Orang Sakit Batu Ginjal Meningkat saat Cuaca Panas, Apa Sebabnya?

Risiko Orang Sakit Batu Ginjal Meningkat saat Cuaca Panas, Apa Sebabnya?

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:50 WIB

Waspada, Nyeri Punggung Tiba-tiba Bisa Jadi Tanda Masalah Ginjal

Waspada, Nyeri Punggung Tiba-tiba Bisa Jadi Tanda Masalah Ginjal

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:29 WIB

Terkini

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

×