Waduh, Toxic Parent Ternyata Bisa Diturunkan ke Generasi Berikutnya, Lho!

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:41 WIB
Waduh, Toxic Parent Ternyata Bisa Diturunkan ke Generasi Berikutnya, Lho!
Ilustrasi toxic parent. (Shutterstock).

Suara.com - Hubungan yang beracun atau toxic tak hanya terjadi pada kisah asmara. Pada lingkup keluarga pun, bisa terjadi yang namanya toxic parent, di mana pola asuh orangtua ternyata menjadi beban untuk anaknya.

Nah, setiap orangtua pasti tidak ingin menjadi toxic parent untuk anak-anaknya. Sayangnya, terkadang orangtua tak menyadari bahwa sikap dan pola asuhnya - yang dianggapnya sebagai yang terbaik - justru menjadi beban untuk anak.

Psikolog Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi mengatakan bahwa orangtua kerap tidak sadar telah menjadi toxic parent lantaran merasa yang dilakukannya adalah hal wajar. Ini karena kebanyakan pola asuh yang sama juga dilakukan oleh orangtua sebelumnya.

"Apalagi untuk orangtua zaman dulu. Anak yang tumbuh di keluarga tidak sehat mungkin tidak menyadari kalau itu juga bisa menurun," kata Juwita dalam siaran langsung Instagram Parenting, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, penularan toxic parent itu bukan secara genetik. Tetapi kebiasaan yang didapat sejak kecil.

"Siklusnya kaya bullying. (Seseorang menjadi) mantan korban bullying, tapi setelah itu nge-bully balik. Karena mereka gak mengenali emosinya," ujarnya.

Menurut Juwita, keluarga atau orangtua menjadi tempat anak belajar cara melihat diri sendiri dan interaksi dengan orang lain. Jika orangtua tidak menerapkan pola asuh yang sehat, bisa berdampak pada diri si anak dan mempengaruhi caranya interaksi dengan orang lain.

"Anak jadi merasa tidak berharga, merasa tidak layak dicintai. Atau merasa orang lain jadi pihak tidak aman. Kemungkinan besar jadi merasa keseringan ambil keputusan yang merugikan diri sendiri. Misal, ada yang mengajak berteman tapi justru antipati karena tidak percaya," paparnya.

Diakui Juwita, remaja tidak memiliki kuasa lebih untuk menegur orangtua yang dinilai toxic parent. Terlebih, emosi remaja masih belum stabil. Sehingga perlu dipertimbangkan dampak lanjutannya.

"Apalagi di Indonesia budayanya yang muda menghormati yang tua. Tapi yang dilupakan bahwa orangtua juga harus menyayangi yang muda," ucapnya.

"Mungkin kalau anak sudah dewasa, mandiri secara finansial, ngobrol bisa lebih dalam antara sesama orang dewasa. Walaupun orangtua saat anaknya komplain akan merasa seperti serangan terhadap dirinya. Bisa juga jadi membuat anak merasa bersalah dengan kata-kata 'anak durhaka'," tambahnya.

Yang bisa dilakukan, menurut Juwita, jika menyadari sikap orangtua saat ini kurang tepat, anak perlu menyadari hal itu dan tidak ia tiru saat telah dewasa.

"Fokus kita bukan untuk mengubah orangtua. Tapi jadi orangtua yang lebih baik. Kita gak bisa memilih orangtua kita, tapi bisa memilih mau jadi orangtua seperti apa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Orangtua Overprotektif Bisa Jadi Ciri Toxic Parent

Awas, Orangtua Overprotektif Bisa Jadi Ciri Toxic Parent

Health | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:33 WIB

Berapa Jarak Ideal Kelahiran Antar Anak Versi BKKBN?

Berapa Jarak Ideal Kelahiran Antar Anak Versi BKKBN?

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:47 WIB

Agar Anak Mau Terbuka, Orangtua Diminta Tidak Reaktif

Agar Anak Mau Terbuka, Orangtua Diminta Tidak Reaktif

Banten | Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:56 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB