Bukan Kondisi Gila, Berikut Mitos PTSD yang Masih Dipercaya Banyak Orang

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 17 Agustus 2020 | 06:15 WIB
Bukan Kondisi Gila, Berikut Mitos PTSD yang Masih Dipercaya Banyak Orang
Ilustrasi PTSD (Shutterstock)

Suara.com - Gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan suatu kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kecemasan dan tantangan emosional lainnya.

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM 5) saat ini mendefinisikan PTSD sebagai gangguan terkait trauma dan stresor.

Ini adalah kondisi yang terjadi pasca satu atau lebih peristiwa atau pengalaman traumatis dalam hidup seseorang.

Penderita PTSD terus bergumul dengan tantangan emosional lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Tingkat keparahan rasa trauma atau kesusahan mereka pun tidak berkurang seiring waktu.

Ada beberapa mitos menyangkut PTSD yang hingga kini masih dipercayai banyak orang.

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi alami PTSD (shutterstock)

Dilansir The Health Site, berikut beberapa di antaranya dan fakta terkait mitos tersebut:

1. Mitos: Tidak ada pengobatan untuk kondisi kesehatan mental ini

Fakta: Seperti banyak kondisi psikolog lain, PTSD memang tidak dapat disembuhkan. Namun, ada berbagai pilihan pengobatan yang membantu penderita mengelola gejalanya agar hidup lebih baik.

2. Mitos: Siapa pun yang mengalami trauma mengembangkan gangguan ini

baca juga

Fakta: Kebanyakan orang pulih dari stres akibat pengalaman traumatis seiring berjalannya waktu, bahkan jika itu akut.

Hanya sedikit yang mengalami efek stres yang berkepanjangan bahkan lama setelah terjadinya peristiwa traumatis dan bergulat dengannya.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi PTSD (Shutterstock)

3. Mitos: Hanya orang lemah yang mengalami kondisi klinis ini

Fakta: PTSD tidak mencerminkan ketabahan atau kekuatan struktur emosi seseorang. Ada berbagai macam variabel atau faktor yang meningkatkan atau menurunkan kerentanan seseorang terhadap gangguan ini.

4. Mitos: PTSD membuat orang menjadi gila

Fakta: Orang yang bergumul dengan kondisi ini mengalami berbagai macam emosi termasuk ketakutan akan bahaya yang mengintai, kesulitan dalam konsentrasi, hingga ledakan amarah bahkan pada kejadian tidak penting.

Mungkin ada gejala fisik dari kondisi ini juga. Mulai ketegangan otot hingga berkeringat.

Tapi jelas bukan tanda-tanda 'gila'. Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh penderita dalam menghadapi situasi tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JEC  Gelar Webinar Tangani Trauma Mata

JEC Gelar Webinar Tangani Trauma Mata

Health | Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:35 WIB

Trauma Putus Cinta, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Nugget hingga Terancam Buta

Trauma Putus Cinta, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Nugget hingga Terancam Buta

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:18 WIB

Perempuan yang Punya Trauma Masa Kecil Berisiko Alami Pubertas Dini

Perempuan yang Punya Trauma Masa Kecil Berisiko Alami Pubertas Dini

Health | Selasa, 04 Agustus 2020 | 19:41 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB