Obat Tekanan Darah Bisa Bantu Pasien Virus Corona, Ini Temuan Peneliti

Irwan Febri Rialdi, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 24 Agustus 2020 | 15:09 WIB
Obat Tekanan Darah Bisa Bantu Pasien Virus Corona, Ini Temuan Peneliti
Ilustrasi obat tekanan darah tinggi atau hipertensi. (Pixabay)

Suara.com - Saat ini belum ada vaksin dan obat yang tepat untuk membantu melawan virus corona Covid-19. Namun, sebuah penelitian baru menemukan pil tekanan darah bisa membantu mengobati pasien virus corona Covid-19.

Para ilmuwan mengatakan penghambat ACE dan ARBS (penghambat reseptor angiotensin) bisa membantu tingkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi keparahan infeksi.

Temuan dalam diterbitkan dalam laporan Atherosklerosis terkini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa obat itu justru memicu virus corona Covid-19.

Sedangkan, temuan ini berdasarkan pada 28 ribu pasien virus corona Covid-19. Hasilnya, pasien yang mengonsumsi obat hipertensi jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dunia akibat virus corona.

"Kami menemukan sepertiga dari pasien virus corona Covid-19 dengan tekanan darah tinggi dan seperempat pasien secara keseluruhan menggunakan ACE/ARB," ujar Dr Vassilios Vassiliou, dari Universitas East Anglia dikutip dari Mirror UK.

Ilustrasi pasien covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19. (Shutterstock)

Hal ini mungkin terjadi karena meningkatnya risiko infeksi pada pasien dengan riwayat masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan diabetes.

Namun, hal terpenting yang perlu diketahui adalah tidak ada bukti kalau obat-obatan hipertensi ini bisa meningkatkan keparahan infeksi virus corona Covid-19 atau risiko kematian.

Sebaliknya, peneliti menemukan bahwa risiko kematian dan kondisi kritis secara signifikan jauh lebih rendah setelah minum obat hipertensi. Jadi, obat hipertensi mungkin adalah pelindung pasien virus corona Covid-19.

"Pasien virus corona dengan tekanan darah tinggi yang memakai obat ACE / ARB 0,67 kali lebih kecil kemungkinannya mengalami kondisi kritis dibandingkan pasien yang tidak mengonsumsinya," jelasnya.

Dr Vassiliou, yang berbasis di Norwich Medical School mengetahui pasien dengan penyakit kardiovaskular memang berisiko tinggi menderita kondisi lebih parah akibat virus corona Covid-19.

Tapi, obat-obatan khusus tekanan darah tinggi telah dikaitkan dengan infeksi virus corona Covid-19 yang lebih buruk di awal pandemi.

Oleh karena itu, Dr Vassiliou dan rekannya mempelajari dampak pengobatan pasien virus corona Covid-19 menggunakan obat tekanan darah tinggi.

Hasilnya, pasien virus corona Covid-19 yang mengonsumsi antihipertensi, terutama pasien dalam perawatan intensif dan memakai ventilator.

Tim Dr Vassiliou pun mengumpulkan data dari 19 studi sebelumnya. Lalu, mereka membandingkan data dari orang yang memakai obat tekanan darah tinggi atau tidak.

Saat dunia bersiap untuk potensi gelombang kedua virus corona, maka perlu memahami dampak obat-obatan pada pasien virus corona Covid-19.

"Penelitian kami memberikan bukti substansial untuk merekomendasikan penggunaan lebih lanjut obat-obatan yang dikonsumsi pasien," jelasnya.

Namun, Dr Vassiliou mengaku tidak bisa menentukan obat itu bisa membantu pasien virus corona Covid-19 akut meningkatkan prognosis atau tidak. Sebab, mekanisme kerjanya mungkin berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:20 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:37 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

5 Obat Penumbuh Rambut Terbaik di Apotek, Solusi Rontok dan Botak

5 Obat Penumbuh Rambut Terbaik di Apotek, Solusi Rontok dan Botak

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:00 WIB

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker

Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB