Menyusui Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Begini Prosesnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 04 September 2020 | 20:05 WIB
Menyusui Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Begini Prosesnya
Ilustrasi ibu Menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Menyusui adalah momen paling penting bagi ibu dan anak untuk mempererat hubungan. Apalagi ASI juga memberikan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, menyusui juga bisa membantu para ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan. Cara ini bisa menjadi jalan keluar bagi ibu yang cemas dengan berat badannya usai persalinan.

Saat menyusui, dilansir dari Express, tubuh Anda menggunakan sel lemak yang disimpan dalam tubuh selama kehamilan untuk menghasilkan susu.

Proses menyusui membantu membakar sekitar 500-700 kalori per hari. Pembakaran kalori tergantung pada berbagai faktor, seperti jenis kalori yang Anda konsumsi dan jumlah aktivitas fisik yang Anda lakukan.

Sebab, kebanyakan wanita menghindari makan cepat saji dan mengonsumsi banyak sayur serta buah saat menyusui. Hal itulah yang membuat mereka lebih cepat menurunkan berat badan selama menyusui.

Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Sebuah penelitian kecil terhadap 24 wanita dalam Journal of Holistic Nursing menemukan bahwa sekitar setengah wanita menyatakan menyusui membantu mereka menurunkan berat badan pascapartum.

Dalam sebuah penelitian dalam Journal HHS Public Access, penelitian yang dilakukan di antara wanita Amerika menemukan bahwa menyusui selama 3 bulan memiliki efek positif pada penurunan berat badan pasca melahirkan.

Dalam studi lain di jurnal The American Journal of Clinical Nutrition, ditemukan bahwa menyusui berkaitan dengan penurunan berat badan pascapartum.

Wanita yang menyusui 6 persen lebih mungkin untuk kembali atau turun di bawah berat badan sebelum kehamilan dibandingkan wanita yang memberikan susu formula pada bayinya.

Tak hanya itu, wanita yang menyusui selama 16 bulan memiliki presentase lemak tubuh yang lebih rendah secara keseluruhan selama 5 tahun setelah melahirkan.

Sementara, bagi kebanyakan wanita, penurunan berat badan yang besar terjadi tepat setelah melahirkan. Setelah itu, wanita cenderung kehilangan sekitar 1 kilo sebulan secara alami.

Karena itu, wanita yang baru saja melahirkan membutuhkan waktu sekitar 9-12 bulan untuk menurunkan berat badan.

Pilihan diet yang cerdas dan aktif secara fisik juga memainkan peran utama dalam menurunkan berat badan setelah kehamilan. Meski begitu, tak setiap tubuh wanita ibu sama dan tidak semua bisa menurunkan berat badan dengan cara menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Banyak yang Tahu, Menyusui Ternyata Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Tak Banyak yang Tahu, Menyusui Ternyata Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 15:45 WIB

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Bahan-bahan Alami

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Bahan-bahan Alami

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2020 | 08:46 WIB

Conchita Caroline Melahirkan Anak Pertama, Potretnya Bikin Gemas

Conchita Caroline Melahirkan Anak Pertama, Potretnya Bikin Gemas

Entertainment | Kamis, 03 September 2020 | 18:04 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB