Kecilkan Volume Suara, Bisa Turunkan Risiko Penyebaran Covid-19

Yasinta Rahmawati

Rabu, 09 September 2020 | 09:59 WIB
Kecilkan Volume Suara, Bisa Turunkan Risiko Penyebaran Covid-19
Ilustrasi wabah virus corona (coronavirus). (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 masih terus menghantui masyarakat global, berbagai cara pun diusahakan untuk menghentikan penyebarannya. Terkait hal tersebut, kini ada baiknya untuk Anda mengecilkan volume suara.

Sebab berdasar penelitian yang dianalisis oleh The Atlantic, menunjukkan bahwa berbicara lebih pelan, atau tidak sama sekali, dapat secara drastis mengurangi tingkat penyebaran Covid-19.

Dilansir dari Medical Daily, virus corona Covid-19 menyebar melalui partikel tetesan pernapasan yang keluar dari hidung dan mulut saat kita bersin, batuk, bernyanyi dan tentu saja berbicara.

Partikel-partikel ini jatuh ke permukaan terdekat atau bertahan di udara,yang kemudian dapat terhirup orang yang lewat. Anjuran mengenakan masker pun bertindak sebagai penghalang antara partikel yang berpotensi mengandung virus ini dan orang-orang di sekitar Anda.

Namun ditemukan dalam penelitian, bahwa berbicara dengan pelan ternyata secara drastis dapat mengurangi jumlah partikel yang didorong ke udara sejak awal.

Berbicara Pada Diri Sendiri Perkuat Daya Ingat ( Shuterstock )
Ilustrasi berbicara. (Shutterstock )

Diterbitkan pada bulan Juni di Proceedings of the National Academies of Sciences , para peneliti merekam relawan saat mereka mengucapkan sebuah frasa.

Data mereka menyimpulkan bahwa mengeraskan suara lebih cenderung memuntahkan lebih banyak tetesan, yang berpotensi mengandung Covid-19, daripada rekan mereka yang berbicara lembut.

Seorang spesialis penularan penyakit, Jose L. Jimenez, PhD, dari University of Colorado di Boulder, mengatakan kepada The Atlantic bahwa orang perlu memahami kalau virus ada di udara, dan mereka menghembuskan virus 10 kali lebih banyak ketika berteriak atau berbicara dengan keras.

Menurut Dr. Jiminez, tetap diam membuat Anda 98 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengirimkan tetesan partikel di udara dibandingkan dengan berbicara dengan volume yang keras.

baca juga

Jika Anda berbisik dan berbicara dengan lembut, Anda 80 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan tetesan tersebut. Sehingga, berbicara lebih pelan atau tidak sama sekali, bisa hampir sama efektifnya dengan masker dalam hal memperlambat penyebaran Covid-19.

"Yang benar adalah jika semua orang berhenti berbicara selama satu atau dua bulan, pandemi mungkin akan mati," kata Dr. Jimenez.

Jadi, ketika Anda mengobrol dengan teman atau makan malam di luar ruangan, kecilkan volume suara. Ini mungkin membantu menjaga orang-orang di sekitar Anda tetap aman dari Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKL Malioboro Meninggal karena Corona, Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19

PKL Malioboro Meninggal karena Corona, Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jogja | Rabu, 09 September 2020 | 09:33 WIB

CDC: Pilih Hand Sanitizer Tinggi Alkohol dan Sedikit Bahan Lainnya

CDC: Pilih Hand Sanitizer Tinggi Alkohol dan Sedikit Bahan Lainnya

Health | Rabu, 09 September 2020 | 08:42 WIB

Nyanyikan Lagu Happy Birthday Berisiko Sebarkan Covid-19, Ini Alasannya

Nyanyikan Lagu Happy Birthday Berisiko Sebarkan Covid-19, Ini Alasannya

Tekno | Rabu, 09 September 2020 | 08:30 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB