Merokok Cuma Saat Nongkrong, Risiko Kanker Paru-paru Tetap Tinggi

Bimo Aria Fundrika
Merokok Cuma Saat Nongkrong, Risiko Kanker Paru-paru Tetap Tinggi
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Dilansr dari Health 24, mereka dari dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit paru-paru dibandingkan dengan non-perokok.

Suara.com - Beberapa orang hanya merokok saat tengah nongkrong bersama dengan teman-teman. Tapi jika berpikir bahwa dengan begitu bisa menurunkan risiko penyakit paru-paru, hal itu keliru.

Dalam penelitian yang dipresentasikan pada Kongres Internasional Masyarakat Pernafasan Eropa awal bulan ini, para peneliti dari Columbia University Medical Center mengatakan bahwa perokok sosial masih delapan kali lebih mungkin meninggal akibat kanker paru-paru.

Dilansr dari Health 24, mereka dari dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit paru-paru dibandingkan dengan non-perokok.

Seperti diketahui, seorang dianggap sebagai perokok sosial jika merokok kurang dari 10 batang sehari. Namun kemungkinan terkena kanker paru-paru hampir sama dengan seseorang yang merokok 20 batang sehari.

Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang berhenti merokok. Sebagai contoh, di AS proporsi perokok yang merokok kurang dari 10 batang per hari telah meningkat dari 16 persen menjadi 27 perseb," kata salah satu rekan peneliti, Dr Pallavi Balte. .

"Jadi, kami ingin mempelajari risiko perokok sosial dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan dibandingkan dengan perokok berat."

Di Afrika Selatan, telah terjadi beberapa perdebatan tentang angka perokok. Survei oleh Universitas Cape Town dan Dewan Riset Ilmu Pengetahuan Manusia memperkirakan secara kasar bahwa 20 persen orang Afrika Selatan dapat dianggap sebagai perokok. Ini karena satu dari tiga pria dan satu dari 10 perempuan baik saat ini merokok atau pernah merokok sebelumnya.

Foundation for a Smoke-Free World mengklaim pada tahun 2018 bahwa angkanya jauh lebih tinggi. Tetapi banyak yang mempertanyakan ukuran sampelnya yang kecil dengan kuesioner yang hanya diberikan dalam bahasa Inggris dan Afrika. Yayasan ini juga didanai oleh perusahaan rokok yang menjual rokok elektrik.

Sebagai perbandingan, hanya sebagian kecil orang kulit hitam yang berusia lebih dari 15 tahun yang pernah merokok, menurut Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Afrika Selatan 2013.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS