Merokok Cuma Saat Nongkrong, Risiko Kanker Paru-paru Tetap Tinggi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 15 September 2020 | 17:14 WIB
Merokok Cuma Saat Nongkrong, Risiko Kanker Paru-paru Tetap Tinggi
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Suara.com - Beberapa orang hanya merokok saat tengah nongkrong bersama dengan teman-teman. Tapi jika berpikir bahwa dengan begitu bisa menurunkan risiko penyakit paru-paru, hal itu keliru.

Dalam penelitian yang dipresentasikan pada Kongres Internasional Masyarakat Pernafasan Eropa awal bulan ini, para peneliti dari Columbia University Medical Center mengatakan bahwa perokok sosial masih delapan kali lebih mungkin meninggal akibat kanker paru-paru.

Dilansr dari Health 24, mereka dari dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit paru-paru dibandingkan dengan non-perokok.

Seperti diketahui, seorang dianggap sebagai perokok sosial jika merokok kurang dari 10 batang sehari. Namun kemungkinan terkena kanker paru-paru hampir sama dengan seseorang yang merokok 20 batang sehari.

Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang berhenti merokok. Sebagai contoh, di AS proporsi perokok yang merokok kurang dari 10 batang per hari telah meningkat dari 16 persen menjadi 27 perseb," kata salah satu rekan peneliti, Dr Pallavi Balte. .

"Jadi, kami ingin mempelajari risiko perokok sosial dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan dibandingkan dengan perokok berat."

Di Afrika Selatan, telah terjadi beberapa perdebatan tentang angka perokok. Survei oleh Universitas Cape Town dan Dewan Riset Ilmu Pengetahuan Manusia memperkirakan secara kasar bahwa 20 persen orang Afrika Selatan dapat dianggap sebagai perokok. Ini karena satu dari tiga pria dan satu dari 10 perempuan baik saat ini merokok atau pernah merokok sebelumnya.

Foundation for a Smoke-Free World mengklaim pada tahun 2018 bahwa angkanya jauh lebih tinggi. Tetapi banyak yang mempertanyakan ukuran sampelnya yang kecil dengan kuesioner yang hanya diberikan dalam bahasa Inggris dan Afrika. Yayasan ini juga didanai oleh perusahaan rokok yang menjual rokok elektrik.

Sebagai perbandingan, hanya sebagian kecil orang kulit hitam yang berusia lebih dari 15 tahun yang pernah merokok, menurut Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Afrika Selatan 2013.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Busyet!, Rokok Illegal juga Dijual Di Media Sosial

Busyet!, Rokok Illegal juga Dijual Di Media Sosial

Sumsel | Rabu, 09 September 2020 | 18:36 WIB

Pediatric Research: Terpapar Asap Rokok Bikin Anak Lebih Berisiko Masuk RS

Pediatric Research: Terpapar Asap Rokok Bikin Anak Lebih Berisiko Masuk RS

Health | Rabu, 09 September 2020 | 16:37 WIB

Negara Bisa Kehilangan Rp 17,5 Triliun dari Celah Kebijakan Cukai Rokok

Negara Bisa Kehilangan Rp 17,5 Triliun dari Celah Kebijakan Cukai Rokok

Bisnis | Rabu, 09 September 2020 | 11:47 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB