Tingkatkan Kesehatan dan Tangkal Penyakit, Konsumsi 4 Asupan Fermentasi Ini

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 24 September 2020 | 17:42 WIB
Tingkatkan Kesehatan dan Tangkal Penyakit, Konsumsi 4 Asupan Fermentasi Ini
Ilustrasi kimchi

Suara.com - Makanan dan minuman yang sehat secara umum baik untuk pencernaan dan kesehatan secara umum, tak terkecuali dengan makanan fermentasi. Tak hanya menjaga kesehatan, ia juga bisa menangkal penyakit.  

Melansir dari Healthline, setidaknya ada empat makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh, antara lain:

1. Kefir

Sebagai produk susu fermentasi yang dibuat degan penambahan biji kefir, asupan yang satu ini menghasilkan minuman yang lebih kental daripada yogurt. Dalam sebuah penelitian kecil pada tahun 2003, kefir terbukti mampu meningkatkan pencernaan laktosa pada 15 orang dengan intoleransi laktosa. 

Orang yang intoleran laktosa tidak dapat mencerna gula dalam produk susu yang mengakibatkan gejala seperti kram, kembung, dan diare.

2. Tempe

Selain kandungan probiotiknya, tempe juga kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Protein kedelai dalam tempe juga terbukti mampu menurunkan risiko penyakit jantung.

Sebuah tinjauan literatur pada tahun 2019 menunjukkan bahwa mengonsumsmi setidaknya 25 gram kedelai setiap hari bisa menurunkan kolesterol jahat. Senyawa tertentu dalam tempe juga dikenal bisa mengurangi penumpukkan radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis. 

3. Kimchi

Kimchi memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, khusunya dalam menurunkan kolesterol dan mengurangi resistensi insulin. 

Insulin sendiri bertanggung jawab dalam mengangkut glukosa dari darah ke sel. Jika sensitivitas insulin tidak baik maka bisa menyebabkan kadar glukosa tinggi. Asupan kimchi yang lebih tinggi juga menyebabkan penurunan gula darah, kolesterol dalam darah, dan kolesterol jahat. 

4. Yogurt

Sebuah studi meninjau 4 penelian yang menunjukkan bahwa yogurt probiotik dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Studi lain menemukan bahwa asupan yogurt juga dikaitkan dengan peningkatan kepadatan mineral tulang dan fungsi fisik. 


Sebuah tinjauan literatur pada tahun 2015 juga menunjukkan bahwa makan yogurt dikaitkan dengan penuruanan berat badan, menurunkan jumlah lemak dalam tubuh, dan mengecilkan lingkar pinggang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Health | Selasa, 22 September 2020 | 18:58 WIB

Nutrisi Makanan Sehat Untuk Anak, Terdiri dari Apa Saja?

Nutrisi Makanan Sehat Untuk Anak, Terdiri dari Apa Saja?

Health | Selasa, 22 September 2020 | 14:59 WIB

Resep dan Cara Membuat Salad Buah yang Praktis dan Lezat di Rumah

Resep dan Cara Membuat Salad Buah yang Praktis dan Lezat di Rumah

Lifestyle | Senin, 21 September 2020 | 11:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB