Array

Trump Mulai Dirawat dengan Deksametason, Tanda Bahaya?

Senin, 05 Oktober 2020 | 08:36 WIB
Trump Mulai Dirawat dengan Deksametason, Tanda Bahaya?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan masker. [ALEX EDELMAN / AFP]

Suara.com - Sejak dikonfirmasi terinfeksi virus corona Covid-19, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai di Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed sejak Jumat (2/10/2020).

Pada Minggu (4/10/2020), salah satu dokter yang merawat Trump, Dr. Brian Garibaldi menyatakan bahwa presiden mulai diberi obat steroid, Deksametason

Melansir dari CNN, pembarian deksametason menjadi tanda keparahan gejala Covid-19. Hal ini disebabkan karena obat tersebut tidak boleh diberikan pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan. 

Setidaknya satu penelitian telah menunjukkan bahwa pasien virus corona yang parah mengalami peningkatan kondisi setelah diberi deksametason, obat kortikosteroid yang meredakan peradangan.

National Institutes of Health (NIH) mengatakan bahwa pasien dengan Covid-19 parah dapat mengembangkan respon peradangan sistemik (seluruh tubuh) yang dapat menyebabkan cedera paru-paru dan disfungsi organ multisistem.

Berdasarkan hasil satu uji coba, para ahli NIH merekomendasikan pemberian deksametason hanya kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen atau bergejala parah.

“Panel ahli merekomendasikan agar tidak menggunakan deksametason untuk pengobatan Covid-19 pada pasien yang tidak membutuhkan oksigen tambahan,” catat NIH. 

Dalam studi tentang deksametason yang dilakukan di Inggris, sekitar 23 persen pasien yang mendapat deksametason meninggal dibandingkan dengan sekitar 26 persen pasien yang tidak mendapatkan deksametason. Namun deksametason terbukti tidak memiliki manfaat signifikan bagi mereka yang tak memiliki penyakit parah. 

"Tidak ada manfaat untuk kelangsungan hidup yang terlihat di antara peserta yang tidak membutuhkan terapi oksigen saat pendaftaran," kata NIH.

Baca Juga: Dokter Ungkap Deretan Obat yang Dikonsumsi Trump Selama Perawatan Covid-19

Dokter yang merawat Trump mengatakan mereka memutuskan untuk memberinya deksametason setelah kadar oksigen Trump turun dua kali.

Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)
Dexamethasone alias deksametason disebut bermanfaat bagi pasien Covid-19. (Shutterstock)

Pada Kamis (1/10/2020) malam dan Jumat dini hari, Dokter Gedung Putih Dr. Sean Conley berkata bahwa Presiden baik-baik saja dengan gejala ringan dan tingkat oksigennya berada di angka 90-an yang tinggi. Tetapi kemudian pada Jumat pagi Trump mengalami demam tinggi. 

"Saturasi okesigennya untuk sementara turun di bawah 94 persen, "kata Conley.

Pada hari Sabtu, tingkat oksigen Trump kembali turun di bawah 93 persen. Akhirnya tim medis memutuskan untuk memberi deksametason kepada Trump.

"Menanggapi tingkat oksigen rendah sementara, seperti yang telah didiskusikan dengan Dr. Conley, kami memulai terapi deksametason dan dia menerima dosis pertamanya kemarin," kata Garibaldi pada Minggu (4/10/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI