Mandi Air Panas Atau Dingin, Mana yang Lebih Efektif Redakan Kecemasan?

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 13 Oktober 2020 | 05:20 WIB
Mandi Air Panas Atau Dingin, Mana yang Lebih Efektif Redakan Kecemasan?
Ilustrasi mandi air dingin

Suara.com - Saat Anda mengalami kecemasan detak jantung Anda akan meningkat dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kebanyakan orang akan mengonsumsi pil untuk meredakan kecemasan tersebut.

Padahal ada hal mudah yang bisa meredakan masalah kecemasan, yakni mandi. Namun banyak yang bertanya lebih baik mandi air panas atau air dingin untuk meredakan kecemasan?

Melansir dari Healthshots, teknik menenangkan gejala fisik kecemasan lebih efektif dengan mandi air dingin. Metode ini sering akli disebut dengan hidroterapi.

Hidroterapi disebut bisa efektif karena saat Anda merasa cemas, suhu tubuh naik secara tiba-tiba karena detak jantung yang meningkat. Jika mandi air dingin, Anda akan merasakan penurunan suhu tubuh.

Teknik ini juga akan menormalkan detak jantung, meningkatkan suplai oksigen ke otak, dan membuat darah melepaskan ketegangan.

"Seseorang akan mengalami keringatan, detak jantung dan tekanan darah yang meningkat karena lonjakan tingkat adrenalin," kata Dr. Santosh Bangar, konsultan psikiater di Global Hospital , Mumbai.

"Dalam keadaan seperti itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa mandi air dingin (hidroterapi) dengan suhu sekitar 20 derajat celcius selama dua hingga tiga menit dapat membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah,” imbuhnya.

Dokter Bangar menambahkan bahwa terapi air dingin ini juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi hormon kortisol atau hormon pemicu stres. Penelitian juga menunjukkan bahwa mandi air dingin dapat meningkatkan endorfin atau hormon perasaan senang.

Ilustrasi mandi. (cleveland)
Ilustrasi mandi. (cleveland)

Meski begitu, dokter Bangar mengingatkan bahwa tidak semua serangan kecemasan sama. Jika sifatnya parah, maka intervensi medis diperlukan dan Anda tidak bisa mengandalkan mandi air dingin untuk mengatasi situasi tersebut.

“Saat mandi tidak memungkinkan, Anda dapat menyiram wajah Anda dengan air yang sangat dingin atau menutupi wajah Anda dengan kain yang dibasahi air selama lima menit dan rileks," kaya dokter Bangar.

Sementara itu, dokter Bangar juga menyarankan menghindari mandi air panas untuk redakan kecemasan. "Selain itu, hindari mandi air panas saat Anda mengalami serangan kecemasan karena bisa memperburuk gejala," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikejar hingga Jatuh, Simak 4 Mimpi yang Jadi Tanda Kecemasan dan Stres

Dikejar hingga Jatuh, Simak 4 Mimpi yang Jadi Tanda Kecemasan dan Stres

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:23 WIB

Meski Mirip, Begini Bedanya Serangan Kepanikan dan Kecemasan

Meski Mirip, Begini Bedanya Serangan Kepanikan dan Kecemasan

Health | Minggu, 11 Oktober 2020 | 11:52 WIB

Simak, Begini 5 Metode Atasi Kecemasan yang Terjadi Sesekali

Simak, Begini 5 Metode Atasi Kecemasan yang Terjadi Sesekali

Health | Selasa, 06 Oktober 2020 | 11:33 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB