Array

Burukkah Makan Sambil Berdiri dan Tiduran? Ini Faktanya!

Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:40 WIB
Burukkah Makan Sambil Berdiri dan Tiduran? Ini Faktanya!
Ilustrasi makan sambil berdiri. (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Saat ini banyak orang yang suka makan sambil berdiri. Tapi, Anda mungkin pernah mendengar lebih baik tidak makan sambil berdiri maupun berbaring.

Anda perlu memahami yang bisa terjadi pada tubuh ketika makan dalam posisi berbaring, duduk maupun berdiri.

Beberapa peneliti mengatakan orang yang makan dalam posisi berbaring adalah metode zaman dulu yang mungkin semata-mata menunjukkan kekuasaan maupun kemalasan.

Tapi dilansir dari The Conversation, makan sambil berbaring miring ke kiri bisa mengurangi tekanan pada antrum atau bagian bawah perut.

Ada beberapa bukti bahwa seseorang akan menyerap karbohidrat pada tingkat yang lebih lambat jika makan dalam posisi berbaring daripada saat duduk.

Ilustrasi makan sambil berdiri. (Pixabay/Michael Wave)
Ilustrasi makan sambil berdiri. (Pixabay/Michael Wave)

Selain itu, makan dengan posisi berbaring bisa meningkatkan risiko penyakit gastroesophageal reflux (GORD), suatu kondisi di mana isi perut kembali naik ke kerongkongan melalui sfingter jantung atau esofagus, cincin otot yang mengontrol jalannya makanan dari tenggorokan ke perut.

Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung. Meski hampir tidak ada penelitian mengenai efek makan sambil berbaring pada gejala GORD.

American College of Gastroenterology menyarankan untuk menghindari berbaring selama dua jam setelah makan. Bahkan makan sambil berbaring juga menunjukkan sikap yang tidak baik atau tidak bijaksana.

Karena, GORD bisa meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius, termasuk kerongkongan Barrett dan kanker esofagus.

Baca Juga: Ampuh Atasi Kerontokan, Apakah Terapi PRP Bisa Dilakukan ke Pasien Kanker?

Sementara itu, belum ada bukti nyata bahwa makan sambil berdiri memiliki efek negatif pada pencernaan dan tidak termasuk dalam daftar aktivitas yang dilarang profesional perawatan kesehatan.

Meskipun gravitasi tidak diperlukan untuk sebagian besar fungsi usus, tapi gravitasi bisa membantu mencegah GORD. Karena itu, banyak penderita perlu mengangkat sedikit kepalanya ketika tidur di malam hari.

Sebaliknya, makan sambil berdiri justru bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan pengeluaran energi, dengan perkiraan sekitar 50 kalori ekstra yang dibakar dalam 1 jam dengan berdiri dibandingkan sambil duduk.

Jadi, apakah lebih baik makan sambil duduk atau berdiri? Meskipun belum ada cukup penelitian yang membenarkan manfaat dari makan sambil berdiri.

Para ahli menyarankan semua orang untuk makan dengan cara yang baik-baik dan diam agar tercerna sempurna, baik dengan duduk maupun berdiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI