Kabar Baik, Tes Cepat Covid-19 Oxford Bisa Deteksi Virus dalam 5 Menit

Vania Rossa
Kabar Baik, Tes Cepat Covid-19 Oxford Bisa Deteksi Virus dalam 5 Menit
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

Peneliti Universitas Oxford berharap tes cepat Covid-19 yang dikembangkannya itu bisa digunakan untuk pengujian massal.

Suara.com - Kabar baik datang dari para peneliti Universitas Oxford, Inggris. Mereka telah mengembangkan tes cepat Covid-19 yang mampu mengidentifikasi virus corona dalam waktu kurang dari lima menit.

Diharapkan, tes cepat tersebut dapat digunakan untuk pengujian massal di bandara dan dunia bisnis.

Perangkat tersebut mampu mendeteksi virus corona dan membedakannya dari virus lain dengan akurasi tinggi, demikian dikatakan para peneliti dalam studi pracetak, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip dari Antara, Jumat (16/10/2020).

"Metode kami dengan cepat mendeteksi partikel virus yang utuh," kata Profesor Achilles Kapanidis dari Departemen Fisika Oxford, Kamis (15/10/2020), sembari menambahkan bahwa tes ini akan sangat sederhana, sangat cepat, dan hemat biaya.

Baca Juga: Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Pihak universitas berharap untuk memulai pengembangan produk perangkat pengujian ini pada awal 2021 dan memiliki perangkat yang disetujui tersedia enam bulan kemudian.

Tes antigen cepat dipandang sebagai kunci dalam meluncurkan pengujian massal dan membuka kembali ekonomi ketika virus corona masih beredar.

Meskipun perangkat dari Oxford ini baru dapat siap tahun depan, tes tersebut dapat membantu mengelola pandemi pada musim dingin mendatang. Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa dunia perlu hidup dengan virus corona, bahkan jika vaksin telah dikembangkan.

Dr. Nicole Robb dari Warwick Medical School mengatakan perhatian yang signifikan untuk bulan-bulan musim dingin yang akan datang adalah efek tak terduga dari sirkulasi bersama SARS-CoV-2 dengan virus pernapasan musiman lainnya. 

"Kami telah menunjukkan bahwa pengujian (tes) kami dapat secara andal membedakan antara virus yang berbeda dalam sampel klinis, sebuah perkembangan yang menawarkan keuntungan penting dalam fase pandemi berikutnya," ujar dia.

Baca Juga: Ahli Inggris Duga Covid-19 Panjang Terkait Masalah 4 Sindrom Berbeda

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS