Array

Studi: Rumah di Pinggir Jalan Bikin Pertumbuhan Paru Anak Terhambat

Risna Halidi Suara.Com
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:07 WIB
Studi: Rumah di Pinggir Jalan Bikin Pertumbuhan Paru Anak Terhambat
Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online di gerai makanan tempat Ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis (30/7/2020)/ ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Tinggal di dekat jalan raya yang sibuk dan penuh polusi dapat menghambat pertumbuhan paru-paru hingga 14 persen pada anak-anak.

Hal tersebut terungkap lewat penelitian yang dilakukan oleh King's College London.

Tim menganalisis setidaknya 13 kondisi kesehatan pada orang yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi dan membandingkannya dengan populasi umum di 13 kota di Inggris dan Polandia.

Dikatakan, hidup dalam jarak 50 meter dari jalan utama dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 10 persen. Selain itu polusi jalan raya juga terkait dengan penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan risiko bronkitis yang lebih tinggi.

"Polusi udara membuat kita, dan terutama anak-anak kita, sakit sejak lahir sampai mati, tetapi seringkali tidak terlihat," kata Dr Rob Hughes, rekan senior di organisasi Clear Air Fund seperti yang dikutip Suara.com dari BBC.

Ia melanjutkan, penelitian tersebut merupakan bukti bahwa masalah udara harus menjadi prioritas semua pihak termasuk pihak pemerintah dan oposisi.

Dr Penny Woods, kepala eksekutif British Lung Foundation juga meminta pemerintah Inggris secara hukum berkomitmen pada target Organisasi Kesehatan Dunia membersihkan udara "berbahaya" negara tersebut.

Target udara bersih versi WHO adalah 40 μg / m3 nitrogen dioksida tahunan per meter kubik.

"Sepertinya setiap hari kita melihat semakin banyak bukti tentang dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan paru-paru kita. Kami tahu polusi udara menghambat paru-paru anak-anak yang masih berkembang dan mereka yang memiliki masalah paru-paru dapat menemukan gejalanya diperburuk oleh kualitas udara yang buruk," tutup Dr. Woods.

Baca Juga: Ahli Georgia Sebut Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Virus Corona

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI