Psikolog: Stigma Negatif Masyarakat Bukan Tugas Pasien Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:15 WIB
Psikolog: Stigma Negatif Masyarakat Bukan Tugas Pasien Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Psikolog dari Universitas Indonesia Edward Andriyanto Soetardhio M.Psi menyampaikan bahwa stigma negatif dari masyarakat terhadap pasien Covid-19 menjadi tanggung jawab lingkungan di sekitarnya. 

Menurut Edward, pandangan negatif sempat timbul di masyarakat lantaran perasaan takut tertular virus corona. 

"Tapi itu bukan tugas pasien, itu tugas lingkungan terdekat. Yang menarik dari Indonesia, beberapa kali saya dapat telepon dari pasien kalau puskesmas dan RT selalu siap dampingi keluarga," cerita Edward dalam siaran virtual BNPB, Senin (19/10/2020).

Ia menambahkan, yang bertanggung jawab menyebarkan edukasi kepada masyarakat harusnya lingkungan sekitar dari puskesmas juga pengurus RT setempat.  

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

"Kasih tahu ini sesuatu orang sakit bukan berdosa. Sesuatu bisa hadapi bareng-bareng. Tidak akan menular kalau kita tertib," ucapnya.

Menurut pandangan Edward, stigma negatif muncul karena ketidaktahuan masyarakat. Bukan karena benar-benar untuk berniat jahat. Karenanya, ia mengingatkan untuk penting memberikan edukasi kepada orang-orang terdekat.

Sebab, dukungan dari lingkungan juga dibutuhkan pasien Covid-19, bukan hanya agar cepat sembuh tapi juga untuk tidak mengalami trauma pasca sakit atau dikenal dengan post traumatic stress disorder (PTSD).

Menurut Edward, pada beberapa orang, penyakit berat tidak selalu mengakibatkan masalah mental setelahnya. Justru kesehatan mental jadi lebih baik dari sebelum merasakan sakit. Namun hal tersebut tentu butuh dukungan dari lingkungan.

"Ada istilah PTSD itu traumatik buat beberapa orang. Tapi pada beberapa orang, dia bukan sekadar balik tapi bangkit lebih tinggi dengan mengunjungi orang lain, memberikan penglihatan. Jadi kita sebutnya Post traumatic growth," katanya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog: Selain 3M, Ayo Lawan Covid-19 dengan 3K

Psikolog: Selain 3M, Ayo Lawan Covid-19 dengan 3K

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 20:31 WIB

Lindungi Komorbid dari Covid-19, Bupati Banyumas Gunakan Minyak Kayu Putih

Lindungi Komorbid dari Covid-19, Bupati Banyumas Gunakan Minyak Kayu Putih

Jawa Tengah | Senin, 19 Oktober 2020 | 19:50 WIB

Psikolog: Gol Jangka Pendek Bantu Pasien Covid-19 Atasi Stres

Psikolog: Gol Jangka Pendek Bantu Pasien Covid-19 Atasi Stres

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Opini | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

×