Penjelasan Masuk Akal di Balik Fenomena Gancet

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:40 WIB
Penjelasan Masuk Akal di Balik Fenomena Gancet
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Gancet atau kondisi di mana penis tidak bisa keluar dari vagina kerap dikaitkan dengan masalah mistis. Terlebih, kasus gancet yang terjadi kerap melibatkan pasangan terlarang atau melakukan tindakan seksual di lokasi yang terkenal angker.

Maka tak heran bila fenomena gancet selalu dikaitkan dengan hal-hal berbau klenik. Tapi apakah benar demikian?

Dikutip Suara.com dari Alodokter, gancet atau penis captivus merupakan keadaan ketika penis terjepit di dalam vagina yang tiba-tiba menekan lebih kuat daripada biasanya saat berhubungan seksual. 

Gancet menjadi berbahaya karena meski sudah tidak dalam keadaan ereksi, penis tetap tidak bisa ditarik keluar bahkan pada sebagian kasus, dibutuhkan bantuan medis untuk mengeluarkan penis dari vagina.

Penis yang sedang ereksi dan terjepit akibat kontraksi vagina bisa dikeluarkan saat ereksi perlahan-lahan berkurang. Meski begitu, disinyalir ada faktor lain yang memicu terjadinya gancet salah satunya penggunaan perhiasan pada organ intim.

Mengenai kejadian gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung pada kematian, hal tersebut masih merupakan kemungkinan yang belum bisa disingkirkan. Apalagi publikasi medis terkait kasus gancet di Indonesia masih sulit ditemukan.

Mengingat penis captivus bisa saja terjadi pada siapapun, maka beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan sebelum memutuskan untuk meminta pertolongan medis, yaitu:

  • Hindari panik dan tetap tenang. Panik justru membuat penis makin terjepit dan menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bertambah.
  • Menenangkan diri masing-masing dengan menarik napas panjang selama beberapa kali. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot juga turut rileks dan perlahan organ kelamin yang saling menempel terlepas.
  • Jangan melakukan apa pun yang bisa menyakiti diri dan pasangan selama hal itu terjadi. Misalnya memaksa menarik kelamin atau menggunakan pelumas agar kelamin bisa terlepas, karena hal tersebut tidak akan mengatasi kondisi ini.
  • Jika setelah beberapa menit masih menemui jalan buntu alias belum terlepas juga, maka segera hubungi layanan medis dar Dokter mungkin dapat menyuntikkan penenang otot pada Anda dan pasangan untuk membantu meringankan kontraksi.
  • Jika kejadian tersebut terulang lagi, segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan penyebabnya, mulai dari vaginismus atau masalah aliran darah pada organ seksual.

Selain Penis captivus atau gancet ada juga kondisi yang disebut vaginismus. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagina mengalami kejang saat dimasuki sesuatu -- termasuk penis -- sehingga sulit dilakukan penetrasi.

Kondisi vaginismus terkait dengan rasa takut atau cemas ketika akan berhubungan seksual. Para ahli medis pun belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab kondisi tersebut.

Namun untuk menghindari vaginismus, perempuan bisa berlatih mengontrol otot di sekitar vagina salah satunya dengan rutin melakukan senam Kegel.

Secara umum, beberapa ahli medis menganggap gancet sebagai jenis lain dari vaginismus yang jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Buang-buang Waktu, Ini 5 Tanda Pria Serius dan Siap Berkomitmen

Jangan Buang-buang Waktu, Ini 5 Tanda Pria Serius dan Siap Berkomitmen

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:16 WIB

Makin Mesra dengan Pasangan Berkat Momen Mikro, Apa Maksudnya?

Makin Mesra dengan Pasangan Berkat Momen Mikro, Apa Maksudnya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2020 | 19:56 WIB

Kocak, Nomor WhatsApp Diblokir, Pasangan Ini Berantem lewat mBanking

Kocak, Nomor WhatsApp Diblokir, Pasangan Ini Berantem lewat mBanking

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB