Obat Kumur Bisa Bunuh Virus Corona Hingga 99 Persen? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 26 Oktober 2020 | 19:39 WIB
Obat Kumur Bisa Bunuh Virus Corona Hingga 99 Persen? Ini Faktanya
Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah pihak sempat mengklaim bahwa obat kumur mampu membunuh lebih dari 90 persen virus corona. Hal ini tentu menimbulkan harapan di masyarakat.

Tapi, bagaimana fakta sebenarnya? Dilansir dari Medical Daily, sebuah studi baru dari Penn State College of Medicine menunjukkan bahwa beberapa obat kumur oral, dan bahkan larutan sampo bayi yang diencerkan, dapat membunuh hingga 99,9 persen virus corona.

Tapi, percobaan dilakukan di laboratorium, bukan dengan manusia. Studi Penn State yang dimuat dalam Journal of Medical Virology juga tidak menggunakan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Hal itu karena artinya membutuhkan laboratorium biosekuriti yang tinggi; untuk menguji strain virus corona dengan struktur serupa.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Virus corona termasuk SARS-CoV-2, menggunakan mulut dan hidung sebagai titik masuk utama ke dalam tubuh. Virus juga bisa masuk ke tubuh melalui mata.

Ini menyebar melalui tetesan aerosol yang kita keluarkan saat kita bersin atau batuk.

Itulah mengapa badan kesehatan masyarakat seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan masker di tempat umum, menjaga jarak sosial, dan menghindari kerumunan besar.

Pertanyaannya kemudian adalah, dapatkah berkumur dengan obat kumur atau menggunakan obat semprot hidung setidaknya membantu mengurangi kemungkinan sakit?

Tim Penn State, dipimpin oleh Craig Meyers, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi serta kebidanan dan ginekologi, berangkat untuk menjawabnya.

Para peneliti mengevaluasi larutan sampo bayi 1 persen, pembersih mulut peroksida dan obat kumur. Setiap larutan diuji pada sel manusia dengan interval 30 detik, satu menit, dan kemudian dua menit.

Para peneliti menemukan bahwa bilasan sampo bayi yang diencerkan "mengurangi jumlah virus menular hampir 99 persen setelah waktu kontak satu menit dan lebih besar dari 99,9 persen setelah waktu kontak dua menit."

Sebagian besar obat kumur yang diuji dan dijual bebas menetralkan 90 persen virus, tetapi beberapa mampu membunuh 99,9 persen saat kontak selama 30 detik dan dua menit.

Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)

Dr Meyers mengatakan kepada The Philadelphia Inquirer bahwa temuan studi tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti masker dan jarak sosial, melainkan sebagai lapisan perlindungan lain.

“Sementara kami menunggu vaksin dikembangkan, metode untuk mengurangi penularan dibutuhkan,” kata Dr. Meyers kepada Science Daily.

“Produk yang kami uji sudah tersedia dan sering kali sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari orang.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut

Kontroversi Studi Obat Kumur Mengurangi Jumlah Virus Corona di Mulut

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:15 WIB

Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19

Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19

Health | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:47 WIB

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Diklaim Sanggup Bunuh Virus Corona, Obat Kumur di Jepang Ludes

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:24 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB