Berkontak dengan Orang Positif Covid-19, Direktur WHO Karantina Mandiri

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 02 November 2020 | 17:47 WIB
Berkontak dengan Orang Positif Covid-19, Direktur WHO Karantina Mandiri
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan pada Minggu (1/11/2020) bahwa ia menjalani karantina mandiri setelah berinteraksi dengan orang yang positif virus corona Covid-19.

"Saya telah diidentifikasi sebagai seseorang yang berkontak dengan penderita Covid-19," cuitnya di Twitter, dilansir Fox News.

Ia mengungkapkan bahwa kondisinya baik-baik saja dan tidak mengalami gejala apa pun.

Tedros mengatakan akan melakukan karantina selama beberapa hari. Hal itu sejalan dengan protokol yang direkomendasikan WHO dan akan bekerja dari rumah.

Menurut pedoman WHO yang dikutip Tedros, badan kesehatan tersebut merekomendasikan bahwa semua kontak individu dengan pasien Covid-19 atau kemungkinan dikarantina di fasilitas yang ditunjuk atau di rumah selama 14 hari sejak paparan terakhir.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

"Sangat penting bagi kita semua untuk mematuhi panduan kesehatan. Inilah cara kami memutus rantai penularan #Covid19, menekan virus, dan melindungi sistem kesehatan," ujar Tedros.

Lelaki 55 tahun ini sekarang berada di Jenewa, markas besar WHO.

Pada Minggu kemarin, pemerintah setempat melaporkan adanya lockdown hanya di beberapa wilayah, menyusul wabah dan meningkatnya pasien rawat inap.

"Pada 1 November, ada 474 orang dirawat oleh Rumah Sakit Universitas Jenewa (HUG), termasuk 56 di ICU. Sebagai pengingat, pada Oktober terdapat 78 rawat inap di HUG, 13 di antaranya berada di ICU," demikian pernyataan pemerintah daerah.

baca juga

"Angka-angka itu menunjukkan bahwa situasinya semakin memburuk. Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 1.000 orang telah dinyatakan positif virus corona setiap hari," lanjut pernyataan tersebut.

Ketika ia mengumumkan hal tersebut pada Minggu malam, kasus virus corona sudah mencapai 46.426.677 skala global dan sudah lebih dari 1.199.684 kematian, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Ungkap Kasus Virus Corona di Dunia Kian Memburuk, Ini Sarannya!

WHO Ungkap Kasus Virus Corona di Dunia Kian Memburuk, Ini Sarannya!

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:12 WIB

Minta Izin WHO, Rusia Ingin Vaksin Covid-19 Sputnik V Dapat Izin Darurat

Minta Izin WHO, Rusia Ingin Vaksin Covid-19 Sputnik V Dapat Izin Darurat

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:28 WIB

WHO Peringatkan Negara-negara Jangan Menyerah Lawan Pandemi, Walau Lelah

WHO Peringatkan Negara-negara Jangan Menyerah Lawan Pandemi, Walau Lelah

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:47 WIB

Terkini

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

×