Efek Libur Panjang, IDI Prediksi Kasus Covid-19 Melonjak

Selasa, 03 November 2020 | 13:08 WIB
Efek Libur Panjang, IDI Prediksi Kasus Covid-19 Melonjak
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mengunjungi Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)

Suara.com - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkirakan kasus Covid-19 akan melonjak dalam waktu dua minggu ke depan. Hal tersebut merupakan dampak dari libur panjang dan cuti bersama pekan lalu. 

"Aktifitas masyarakat khususnya pada libur akhir pekan yang padat dan sebagian besar mengabaikan protokol kesehatan, akan berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19 yang akan terlihat dalam kurun waktu sekurang-kurangnya dua minggu mendatang," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, SpOT dalam keterangan tertulisnya kepada Suara.com, Selasa (3/11/2020).

Seperti yang terjadi saat libur panjang Mei lalu, lanjut Adib, terjadi lonjakan kasus hingga 41 persen. Demikian juga pada periode Agustus di mana kasus melonjak sebesar 21 persen dengan peningkatan rata-rata tes perorangan sepekan sebesar 20 persen. 

Ia mengingatkan, yang harus diwaspadai adalah jika infeksi tidak bergejala. Sebab orang tanpa gejala tetap berpotensi menularkan pada orang lain tanpa disadari. 

"Liburan meningkatkan mobilitas manusia, semakin tinggi mobilitas akan meningkatkan transmisi virus. Kami meminta masyarakat untuk sabar, sadar, dan mempunyai daya juang dalam upaya-upaya penanganan Pandemi Covid-19 dengan berpartisipasi aktif melakukan testing Covid agar dapat melindungi dirinya sekaligus juga orang disekitar," tuturnya.

Hal serupa disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor dr. Ari Fahrial Syam SP. PD.

Ia memprediksi, kasus Covid-19 akan mencapai 500 ribu pada Desember mendatang dan libur panjang jadi salah satu penyebab melonjaknya infeksi baru. 

"Saya prediksi Desember tembus 500 ribu. Dampak liburan, demo juga ada kemungkinan meningkat. Walaupun ada kecenderungan melandai," kata Prof Ari saat dihubungi Suara.com, Sabtu (31/10/2020).

Ia menjelaskan, saat ini laju peningkatan kasus baru telah relatif stabil di angka empat ribu per hari, meskipun aktivitas masyarakat di area publik cukup tinggi. 

Baca Juga: Tingkatkan Pelacakan Kontak Covid-19, Kemenkes Latih Nakes di 51 Daerah

"Mungkin karena protokol kesehatan juga sudah lebih bagus. Artinya aktivitas cukup tinggi tapi protokol bagus, kita kunci sekarang," katanya.

Hanya saja, ia tidak menampik bahwa kasus bisa melonjak setiap kali ada kerumunan. Terutama kerumunan di tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik.

"Yang masalah itu tempat makan ini (ruangan tertutup). Kluster keluarga cukup tinggi. Sebenarnya kalau makan yang outdoor relatif lebih aman. Karena sirkulasi udara terjadi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI