Ki Seno Alami Penggumpalan Darah, Mungkinkah akibat Kebiasaan Merokok?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 04 November 2020 | 19:59 WIB
Ki Seno Alami Penggumpalan Darah, Mungkinkah akibat Kebiasaan Merokok?
Dalang Kondang Ki Seno Nugroho meninggal (Foto: Instagram)

Suara.com - Ki Seno Nugroho sempat dirawat di rumah sakit beberapa bulan sebelum meninggal dunia pada Selasa (3/11) malam. Gunawan Widagdo, manajer Ki Seno mengatakan dalang kondang itu sempat didiagnosis mengalami penggumpalan darah pada September lalu.

Tak hanya itu, Gunawan juga bercerita Ki Seno memiliki riwayat penyakit asam lambung dan sempat berhenti merokok tapi tidak bertahan lama.

"Saat itu diberi obat dan diperbolehkan pulang, Kami kembali mementaskan wayang climen sampai tanggal 2 November," ujar Gunawan Widagdo, manajer Ki Seno dikutip dari Harian Jogja, jaringan Suara.com.

Kini, Ki Seno pun dinyatakan meninggal dunia setelah mengeluhkan nyeri dada saat bersepeda dan muntah-muntah. Sebelum meninggal dunia, dokter mengatakan Ki Seno sudah mengalami penyumbatan darah 100 persen, yang menandakan kondisi fatal. Ki Seno lantas dipindahkan ke ruang ICCU dan tak lama meninggal dunia.

Dalam dunia medis, penggumpalan darah bisa berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]
Ilustrasi merokok.[Unsplash/Irina Iriser]

Dilansir dari Hello Sehat, ada banyak risiko gangguan kesehatan akibat merokok. Salah satu yang jarang diketahui mengenai penggumpalan darah pada perokok.

Penggumpalan darah merupakan respons tubuh ketika seseorang luka. Maka, darah akan membeku atau menggumpal secara cepat untuk menghentikan pendarahan.

Dalam hal ini, perokok adalah golongan yang paling berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah tidak normal. Karena, kandungan nikotin, tar dan karbon monoksida dalam rokok bisa menyebabkan penggumpalan darah di tubuh manusia.

Kandungan itu bisa membuat sel-sel darah lebih lengket dari biasanya ketika masuk ke dalam tubuh. Bahkan kandungan itu juga akan merusak lapisan pembuluh darah.

baca juga

Karena itu, darah menjadi lebih mudah menempel di dinding yang akhirnya membentuk gumpalan. Proses penggumpalan darah inilah yang disebut trombus.

Pada kondisi ini, darah yang mengalir ke organ vital menjadi terhalang dan terbatas. Adapun organ vital yang akan terdampak, yakni mulai dari jantung, otak, kaki, dan paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenazah Ki Seno Nugroho Dimakamkan bersama Tokoh Wayang Werkudara

Jenazah Ki Seno Nugroho Dimakamkan bersama Tokoh Wayang Werkudara

Jogja | Rabu, 04 November 2020 | 18:51 WIB

Pernah Ikut Nyinden Dibayar Rp10 Ribu, Soimah Sedih Ki Seno Meninggal

Pernah Ikut Nyinden Dibayar Rp10 Ribu, Soimah Sedih Ki Seno Meninggal

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2020 | 17:25 WIB

Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman Dalang Ki Seno Nugroho

Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman Dalang Ki Seno Nugroho

Foto | Rabu, 04 November 2020 | 16:50 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×