Rawan Alami Masalah Kejiwaan, Perawatan Mental Penyintas Covid-19 Penting

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 10 November 2020 | 09:55 WIB
Rawan Alami Masalah Kejiwaan, Perawatan Mental Penyintas Covid-19 Penting
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Penyintas Covid-19 cenderung berisiko lebih besar terkena penyakit mental. Lewat sebuah penelitian besar, peneliti menemukan 20 persen pasien yang terinfeksi virus corona kemudian didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu 90 hari.

Kecemasan, depresi, dan insomnia adalah masalah kejiwaan yang paling umum di antara pasien Covid-19 yang telah sembuh. Para peneliti juga menemukan risiko demensia yang secara signifikan lebih tinggi.

"Orang-orang khawatir yang selamat dari Covid-19 akan memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan mental. Dan temuan kami menunjukkan kemungkinan itu besar ," kata Paul Harrison, seorang profesor psikiatri di Universitas Oxford Inggris.

Dokter dan ilmuwan di seluruh dunia masih perlu menyelidiki penyebabnya dan mengidentifikasi perawatan baru untuk penyakit mental setelah terinfeksi Covid-19, lanjut Harrison.

“Pelayanan (kesehatan) harus siap memberikan perawatan, terutama karena hasil kami cenderung meremehkan (jumlah pasien psikiatri),” tambahnya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry, menganalisis catatan kesehatan elektronik dari 69 juta orang di Amerika Serikat, termasuk lebih dari 62 ribu kasus Covid-19.

Dalam tiga bulan setelah dites positif Covid-19, satu dari lima orang yang sembuh tercatat memiliki diagnosis kecemasan, depresi, atau insomnia untuk pertama kali. 

Studi juga menemukan bahwa orang dengan penyakit mental yang sudah ada sebelumnya, 65 persen lebih mungkin didiagnosis Covid-19 daripada mereka yang tidak.

Pakar kesehatan mental yang tidak terlibat langsung dengan penelitian tersebut mengatakan temuannya menambah bukti yang berkembang bahwa Covid-19 dapat memengaruhi otak dan pikiran, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kejiwaan.

"Ini mungkin karena kombinasi stres psikologis yang terkait dengan pandemi khusus ini dan efek fisik dari penyakit tersebut," kata Michael Bloomfield, konsultan psikiater di University College London dikutip dari Channel News Asia.

Simon Wessely, profesor psikiatri regius di King's College London, mengatakan temuan mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental juga berisiko lebih tinggi terkena Covid-19.

"Covid-19 memengaruhi sistem saraf pusat, dan dengan demikian mungkin secara langsung meningkatkan gangguan berikutnya. Tetapi penelitian ini menegaskan risiko ini meningkat oleh kesehatan yang buruk sebelumnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Peneliti Oxford Sebut Virus Corona Tingkatkan Risiko Masalah Kejiwaan

Health | Selasa, 10 November 2020 | 08:33 WIB

Penyintas Covid-19 di Kabupaten Pinrang Minta Tidak Dikucilkan

Penyintas Covid-19 di Kabupaten Pinrang Minta Tidak Dikucilkan

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:25 WIB

Sering Cemas dan Stres, Apa Benar Masalah Kejiwaan? Ini Cara Mengetahuinya

Sering Cemas dan Stres, Apa Benar Masalah Kejiwaan? Ini Cara Mengetahuinya

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 20:59 WIB

Terkini

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB