Ada 4 'Hormon Bahagia', Apa Fungsi dan Manfaat Masing-masing?

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Selasa, 10 November 2020 | 19:52 WIB
Ada 4 'Hormon Bahagia', Apa Fungsi dan Manfaat Masing-masing?
Ilustrasi tertawa. (Pixabay)

Suara.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di dalam otak ketika sedang bahagia? Apa yang mendorong perasaan bahagia itu?

Ada empat bahan kimia yang dapat mendorong perasaan bahagia, yaitu dopamin, serotonin, endorfin, dan oksitosin.

Dilansir Insider, berikut penjabaran dari 'hormon bahagia' tersebut:

1. Dopamin

Dopamin merupakan neurotransmitter, tugasnya membantu otak mengirim pesan melalui sistem saraf ke berbagai bagian tubuh sehingga dapat 'berkomunikasi' satu sama lain.

Tidak hanya dalam gerakan fisik, dopamin juga penting untuk kesejahteraan umum. Misalnya, membantu Anda merasakan kesenangan, seperti saat sedang makan sesuatu yang enak atau mendengarkan lagu kesukaan.

Ilustrasi anak tertawa. (Shutterstock)
Ilustrasi anak tertawa. (Shutterstock)

2. Serotonin

Seperti dopamin, serotonin juga neurotransmitter yang membantu mengatur tidur, nafsu makan, dan suasana hati. Ini juga mengambat rasa sakit.

Penelitian menunjukkan aktivitas serotonin yang rendah berkaitan dengan depresi dan peningkatan risiko bunuh diri.

baca juga

"Serotonin adalah bahan kimia penting ketika berbicara tentang depresi. Itulah sebabnya SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) diresepkan untuk membantu mengobati depresi karena mereka meningkatkan tingkat serotonin," kata Monica Starkman, MD, profesor emerita di Departemen Universitas Michigan dari Psikiatri.

3. Endorfin

Endorfin adalah molekul yang berhubungan dengan pereda nyeri dan perasaan nyaman yang diproduksi oleh kelenjar pituitari dan hipotalamus di otak.

Molekul ini berinteraksi dengan reseptor opiat otak, reseptor yang juga akan berperan saat Anda mengonsumsi obat berbahan opioid.

Ilustrasi tertawa. (Shutterstock)
Ilustrasi tertawa. (Shutterstock)

Endorfin memicu perasaan positif dalam tubuh dan dilepaskan setiap kali Anda melakukan sesuatu yang disukai, seperti olahraga, berhubungan seks, makan yang manis-manis, tertawa, dan mendengarkan musik.

"Endorfin dapat diproduksi saat olahraga, dan mereka tetap dalam aliran darah dan membuat kita merasa baik," kata Starkman.

4. Oksitosin

Oksitosin, hormon yang berhubungan dengan perilaku keibuan, menyusui, ikatan sosial, dan kenikmatan seksual, diproduksi di hipotalamus, atau 'pusat komando' otak, dan dilepaskan ke dalam darah melalui kelenjar pituitari atau ke bagian lain dari otak dan sumsum tulang belakang.

Pada akhirnya ini mengikat reseptor oksitosin, memengaruhi perilaku, dan fisiologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Tingkatkan Hormon Bahagia? Olahraga dan Makan dengan Benar Kuncinya!

Mau Tingkatkan Hormon Bahagia? Olahraga dan Makan dengan Benar Kuncinya!

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 17:15 WIB

Mengapa Memencet Komedo Bikin Ketagihan? Dokter Jelaskan Alasannya

Mengapa Memencet Komedo Bikin Ketagihan? Dokter Jelaskan Alasannya

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 18:35 WIB

Bukan Makan di Restoran, Ini 5 Cara yang Terbukti Ilmiah Bikin Anda Bahagia

Bukan Makan di Restoran, Ini 5 Cara yang Terbukti Ilmiah Bikin Anda Bahagia

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 19:57 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB