Memaknai Hari Pahlawan Bagi Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 11 November 2020 | 15:13 WIB
Memaknai Hari Pahlawan Bagi Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi
Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus Corona Covid-19 di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Suara.com - Memaknai Hari Pahlawan tahun 2020 sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tenaga kesehatan menjadi pahlawan sesungguhnya, saat Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemi virus Corona Covid-19.

Peran tenaga kesehatan bukan sekadar mengobati dan menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19. Tenaga kesehatan juga berperan besar dalam pencegahan penularan penyakit, lewat metode preventif dan promotif.

Namun sayangnya virus corona jenis baru nama resminya adalah SARS CoV 2 itu begitu cepat menular dan begitu ganas ketika ilmu pengetahuan tentang virus tersebut masih belum banyak dihimpun oleh para ahli.

Alhasil, korban meninggal akibat Covid-19 begitu banyak dan tak terelakkan juga menimpa para tenaga medis, termasuk dokter dan perawat.

Berdasarkan data dari Tim Mitigasi Covid-19 Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sebanyak 159 dokter Indonesia yang gugur karena terpapar Covid-19 per tanggal 8 November 2020.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 yang diibaratkan perang, sementara tenaga kesehatan seperti dokter adalah ratu dari pertempuran yang harus dilindungi agar tidak gugur lebih dulu karena virus.

Sebab, hilangnya nyawa seorang dokter akan berdampak pada pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat agar setiap penduduk Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi mengatakan pandemi Covid-19 yang merupakan perang melawan virus harus menjaga paramedis sebagai pasukan khusus.

"Apa yang harus dijaga? Ya, kesehatannya. Kalau bisa, jangan sampai ada lagi yang meninggal. Karena satu dokter yang meninggal dipersepsikan dengan 265 juta penduduk, maka sekitar 30.000 orang akan kehilangan," kata Adib, menjelaskan.

Adib mengatakan pada minggu lalu sebanyak 152 dokter yang meninggal akibat Covid-19. Namun pada awal pecan ini bertambah menjadi 159 dokter meninggal karena Covid-19. Menurutnya, masih terdapat tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 terkait protokol kesehatan.

Berdasarkan data dari Tim Mitigasi IDI, beberapa penyebab paparan Covid-19 pada dokter terjadi saat menangani pasien Covid-19 secara langsung, saat menangani pasien umum di fasilitas kesehatan, maupun tertular di lingkungan komunitasnya.

"Ada satu, dua, tiga rekan sejawat kami yang dirawat dalam waktu bersamaan karena terpapar Covid-19. Kami coba telusuri problemnya apa? Kendornya protokol kesehatan yang terjadi di masyarakat juga kemungkinan terjadi pada kita tenaga medis, tenaga kesehatan," kata Adib.

"Pesan tetap waspada itu harus selalu disampaikan. Jangan sampai nanti ada persepsi bahwa Covid-19 ini takdir. Yang namanya penyakit nanti juga ada yang sakit, ada yang meninggal," kata Adib melanjutkan.

Berdasarkan data dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Tahun 2020, dokter yang dimiliki Indonesia sebanyak 230.685 orang. Dari data tersebut, sebanyak 149.231 orang merupakan dokter umum, 34.466 orang merupakan dokter gigi, 4.480 orang merupakan dokter gigi spesialis, dan 42.528 orang merupakan dokter spesialis. Namun data tersebut kini dipastikan menjadi berkurang lantaran banyaknya tenaga dokter yang meninggal di masa pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB