Penggunaan Antibiotik pada Hewan Ternak Berlebihan Ancam Kesehatan Dunia

Rabu, 18 November 2020 | 17:30 WIB
Penggunaan Antibiotik pada Hewan Ternak Berlebihan Ancam Kesehatan Dunia
Ilustrasi antibiotik (Foto: shutterstock)

Suara.com - Penggunaan antibiotik yang terus menerus secara berlebihan pada hewan ternak, dikhawatirkan menimbulkan masalah bakteri super atau "superbug" yang  resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR).

Team Leader FAO ECTAD Indonesia, Luuk Schoonman, mengatakan resistensi antimikroba bisa menyebabkan gangguan produksi pada sektor peternakan, dan kesehatan masyarakat secara global melalui rantai makanan.

“Hal ini dapat membahayakan ketahanan pangan terutama produktivitas sektor pertanian, peternakan dan budidaya perikanan dalam menyediakan sumber pangan bagi masyarakat,” ujar Schoonman dalam pernyataannya secara virtual, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, jika seseorang mengonsumsi daging hewan ternak yang menggunakan antibiotik secara berlebihan, orang tersebut berisiko terkena penyakit. Contoh umum bakteri yang ditularkan melalui makanan adalah Salmonella, Campylobacter dan E. Coli.

resistensi antimikroba atau zoonosis [shutterstock]
resistensi antimikroba atau zoonosis [shutterstock]

“Aspek lain lagi adalah residu antibiotik pada daging. Ketika memberikan antibiotik pada hewan ternak, penggunaannya harus dihentikan dalam jangka waktu tertentu sebelum ternak dipotong atau susunya diperah,” kata dia.

Lebih lanjut, Schoonman mengingatkan praktik pemberian antibiotik secara berlebihan dapat  menjadi penyebab terbentuknya resistensi antibiotik.

“Penggunaan antibiotik pada peternakan berkaitan dengan meningkatnya jumlah bakteri dan itu berdampak pada kesehatan manusia. Penting juga dicatat bahwa bagi seseorang kini sulit diobati akibat resistensi antibiotik,” tegasnya.

Dia juga menerangkan antibiotik dalam daging hewan ternak seperti ayam setelah dimasak juga belum tentu hilang. Karena, itu tergantung dengan lamanya waktu pemasakan serta tergantung pada stabilitas suhu panasnya.

“Sekali lagi, kandungan antibiotik pada daging bukanlah isu utama dalam resistensi antibiotik, tapi bakteri yang terdapat di daging lah yang perlu diperhatikan. Dan, ini juga berkaitan dengan pengolahan daging tersebut saat sebelum dimakan,” bebernya.

Baca Juga: Peneliti AS: Waspada saat Gunakan Azithromycin untuk Mengobati Covid-19

Karena itu, dia menuturkan penting sekali memperbaiki keamanan biologis dan menjaga kebersihan industri peternakan untuk mengurangi penyebaran semua penyakit baik dari bakteri resisten maupun tidak resisten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI