Mengetahui Penularan Virus Chapare, Bisa Melalui Cairan Tubuh Mirip Ebola

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 23 November 2020 | 10:37 WIB
Mengetahui Penularan Virus Chapare, Bisa Melalui Cairan Tubuh Mirip Ebola
Ilustrasi demam (Shutterstock)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, melaporkan pada Senin (16/11/2020) bahwa satu virus mematikan yang dapat menyebabkan demam, sakit perut, muntah, gusi berdarah, ruam kulit, dan nyeri di belakang mata, sekarang dapat menyebar di antara manusia.

Virus yang diidentifikasi sebagai virus Chapare tersebut awalnya muncul di pedesaan provinsi Chapare, Bolivia, pada 2004 silam dan kemudian menghilang. Kemudian, muncul lagi pada 2019 dengan kasus lima orang.

Dilansir Live Science, saat melakukan studi tentang virus ini pada 2019, peneliti menemukan tanda-tanda virus pada hewan pengerat di sekitar rumah dan lahan pertanian orang yang terinfeksi. Mereka menduga tikus beras pigmy bertelinga kecil mungkin jadi pembawa virus.

Meski begitu, hal ini belum membuktikan bahwa hewan pengerat tersebut adalah sumber wabah. Bahkan, tidak diketahui apakah hewan pengerat dapat menginfeksi manusia.

Berdasarkan situs resmi CDC, umumnya arena virus serupa biasanya ditularkan, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung, dengan air liur, urin, dan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Ilustrasi perempuan sedang demam. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedang demam. (Shutterstock)

"Contoh kontak langsung yaitu dari gigitan dan cakaran hewan pengerat yang terinfeksi. Sedangkan tidak langsung adalah menghirup virus tercampur udara atau menelan makanan yang terkontaminasi urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi," tulis CDC.

Kemudian, orang yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ke orang lain melalui kontak cairan tubuh, atau menghirup aerosol (partikel udara) yang dihasilkan dari pasien terinfeksi.

"Ini dapat terjadi saat orang yang terinfeksi melakukan prosedur perawatan di rumah sakit, seperti selama kompresi dada, CPR, dan intubasi," jelas CDC.

CDC menekankan bahwa mereka masih membutuhkan banyak penelitian untuk memahami bagaimana virus mirip Ebola ini menyebar dan menyebabkan penyakit, mengingat selama ini hanya ada sedikit kasus virus Chapare yang tercatat.

Hal yang tidak perlu dikhawatirkan adalah para ahli yakin virus Chapare bukan jenis virus yang akan menyebabkan pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Mirip Ebola Ditemukan, Sudah Bisa Tewaskan 3 Orang

Virus Mirip Ebola Ditemukan, Sudah Bisa Tewaskan 3 Orang

Bali | Selasa, 17 November 2020 | 17:42 WIB

Virus Mirip Ebola Ditemukan di Bolivia, Sudah Menular Antarmanusia

Virus Mirip Ebola Ditemukan di Bolivia, Sudah Menular Antarmanusia

Tekno | Selasa, 17 November 2020 | 12:58 WIB

Mengenal Virus Chapare yang Muncul Tahun 2004 & 2019, Bisakah Jadi Pandemi?

Mengenal Virus Chapare yang Muncul Tahun 2004 & 2019, Bisakah Jadi Pandemi?

Health | Selasa, 17 November 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB