Waduh, Sering Menguap Tanpa Sebab Bisa Jadi Risiko Serangan Jantung!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 15:05 WIB
Waduh, Sering Menguap Tanpa Sebab Bisa Jadi Risiko Serangan Jantung!
Menguap, ngantuk, bangun tidur (Pixabay/Sammy-Williams)

Suara.com - Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat oleh penumpukan plak lemak yang disebut kolesterol.

Serangan jantung termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskular (CVD), yang melibatkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Serangan jantung termasuk kondisi mematikan yang harus dikenali gejalanya.

Salah satu gejala serangan jantung yang terabaikan adalah keseringan menguap. Jika Anda sering menguap bukan karena kurang tidur, hal ini bisa menjadi gejala masalah kesehatan lebih serius.

"Masalah medis paling umum terkait dengan keseringan menguap adalah kurang tidur, insomnia, sleep apnea, narkolepsi dan obat yang menyebabkan kantuk," jelas Musc Health dikutip dari Express.

Tapi, ada pula beberapa masalah medis yang menyebabkan seseorang sering menguap, termasuk pendarahan di sekitar jantung, tumor otak, multiple sclerosis, stroke, dan serangan jantung.

Serangan jantung (Pixabay/Pexels)
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Meski begitu, keseringan menguap masih menjadi fenomena misterius jika dikaitkan dengan serangan jantung. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menguap membantu meningkatkan oksigenasi darah dan pendinginan otak.

Pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa orang yang menguap saat olahraga di panas terik matahari, itu bisa jadi risiko terkena serangan jantung.

Karena, mekanisme pendinginan yang ada di dalam tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang bisa menandakan masalah kesehatan jantung.

Sebuah penelitian di National Library of Medicine National Institute of Health Amerika Serikat telah menyelidiki hubungan keseringan menguap dan termoregulasi.

"Kami meninjau bukti medis dan fisiologis yang menunjukkan bahwa keseringan menguap mungkin termasuk mekanisme termoregulasi," jelas studi tersebut.

Studi lain juga menganalisis respons termoregulasi yang berubah pada pasien gagal jantung ketika olahraga dalam cuaca panas. Hasilnya, pasien gagal jantung menunjukkan gangguan kapasitas termoregulasi selama pemanasan pasif.

"Ini adalah studi pertama yang memeriksa respons termoregulasi dan parameter keseimbangan panas pada pasien gagal jantung selama latihan fisik," jelasnya.

Temuan ini menjadi yang pertama kalinya menunjukkan kapasitas termoregulasi pada pasien gagal jantung terganggu selama latihan fisik, yang dikombinasikan dengan tantangan termal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Terjadi pada Anak Muda, Tertawa Terlalu Lebar Picu Dislokasi Rahang

Banyak Terjadi pada Anak Muda, Tertawa Terlalu Lebar Picu Dislokasi Rahang

Health | Senin, 30 November 2020 | 20:18 WIB

Gara-Gara Menguap Terlalu Lebar, Pria Ini Alami Dislokasi Rahang

Gara-Gara Menguap Terlalu Lebar, Pria Ini Alami Dislokasi Rahang

Health | Senin, 30 November 2020 | 19:53 WIB

Menguap Terlalu Lebar dan Tertawa Ngakak, Rahang Bapak-bapak Jadi Begini

Menguap Terlalu Lebar dan Tertawa Ngakak, Rahang Bapak-bapak Jadi Begini

Riau | Senin, 30 November 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB