Alami Tekanan Darah Rendah, Simak 3 Cara Mudah Mengatasinya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 06 Desember 2020 | 07:50 WIB
Alami Tekanan Darah Rendah, Simak 3 Cara Mudah Mengatasinya
Ilustrasi tekanan darah rendah. (shutterstock)

Suara.com - Pembacaan tekanan darah di bawah 90 mm Hg sistolik (angka atas) atau diastolik 60 mm Hg (angka bawah), umumnya dianggap tekanan darah rendah atau hipotensi.

Pada tekanan darah rendah, terjadi pembatasan jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Melansir dari Insider, ada beberapa langkah mudah mungkin bisa meningkatkan tekanan darah secara alami. Dalam hal ini, Sonia Tolani, MD, seorang ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di Columbia University Medical Center mengatakan beberapa cara paling umum untuk meningkatkan tekanan darah, antara lain:

1. Makan Lebih Banyak Natrium

Ilustrasi merasa pusing karena tekanan darah rendah. (Shutterstock)

Semakin tinggi asupan natrium, maka semakin tinggi tekanan darah. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membebani jantung dan pembuluh darah.

Oleh karenanya, perlu bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan terlalu banyak natrium ke dalam makanan.

2. Tetap Terhidrasi

Cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi. Tolani mengatakan, minum air dan meningkatkan natrium adalah cara terbaik mengatasi tekanan darah rendah.

"Kami mencoba meningkatkan tekanan darah ketika orang mengalami gejala seperti pusing dan pingsan," kata Tolani.

baca juga

"Konsumsi camilan asin seperti kacang asin atau acar di antara waktu makan dengan segelas besar air," imbuhnya. 

3. Kaus Kaki Kompresi

Kaus kaki kompresi yaitu stoking yang memberikan tekanan lembut pada kaki untuk memindahkan darah ke jantung.

"Kaus kaki kompresi meningkatkan aliran darah kembali ke jantung yang membantu meningkatkan tekanan darah secara keseluruhan," kata Glenn Keyes, MD, seorang dokter keluarga di Copeman Healthcare Center di Edmonton.

Metode ini penting bagi siapa saja yang mengalami penggumpalan darah di kaki, yang sering terjadi dengan hipotensi ortostatik.

Namun, Keyes mengatakan penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum memakai stoking kompresi karena mungkin tidak direkomendasikan jika ada kondisi kesehatan lain.

Ilustrasi tekanan darah rendah. (Pexels)
Ilustrasi tekanan darah rendah. (Pexels)

Sebagian besar, modifikasi gaya hidup di atas dapat membantu meningkatkan tekanan darah Anda. Tetapi jika sudah memiliki kondisi kesehatan sebelumnya, Anda perlu konsultasikan dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi

Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi

Health | Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:02 WIB

10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 07:10 WIB

Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!

Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!

Health | Senin, 30 November 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

×