Libur Nataru, Banyak Masyarakat yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan

Vania Rossa

Rabu, 06 Januari 2021 | 16:03 WIB
Libur Nataru, Banyak Masyarakat yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah. (webinar BNPB)

Suara.com - Duta Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan TNI dan Polri membagikan data mengenai lonjakan wisata dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pada masa libur Nataru.

Melalui siaran langsung di berbagai media sosial BNPB dan Satgas Covid-19, dikatakan terjadi peningkatan lonjakan masyarakat yang berpergian pada saat libur Nataru. Menurut keterangan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, berdasarkan data yang dikumulasikan secara nasional, kenaikan jumlah masyarakat yang bepergian mencapai 68,59 persen.

Periode penghitungan data diukur sejak 24 Desember hingga 3 Januari, dilakukan di beberapa titik, dan menghasilkan sebanyak 354 ribu laporan. Jumlah masyarakat yang dipantau yaitu kurang lebih sebanyak 1,1 juta orang.

“Hal ini dapat terlihat bahwa pada libur Natal dan Tahun Baru, banyak masyarakat yang keluar khususnya ke tempat wisata,” ucap Dewi dalam webinar BNPB dan Satgas Covid-19, Rabu (6/01/20210).

Di samping mengamati lonjakan jumlah masyarakat yang keluar saat libur Nataru, data yang dikumpulkan juga melaporkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan, saat lonjakan libur Nataru, justru banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Justru saat libur Nataru malah kepatuhannya menurun. Seharusnya angka kepatuhan ini minimal mencapai 75 persen. Kalau sudah di bawah 60 persen, harus ditiingkatkan,” kata Dewi.

Tim Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 dengan TNI dan Polri juga melakukan imbauan atau peringatan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan selama masa liburan.

Dari data yang dikumpulkan, jumlah orang yang ditegur pada libur Nataru juga meningkat sebanyak 75,48 persen. Semua hal itu berhubungan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dari hasil teguran yang dilakukan, banyak masyarakat yang mengubah sikapnya menjadi lebih patuh.

Dewi berharap, ke depannya agar masyarakat bisa tetap mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. Menurutnya, masyarakat diharapkan mematuhi bukan karena terdapat petugas yang berjaga, tetapi karena kesadaran untuk keamanan dirinya sendiri.

baca juga

Berhasil atau tidaknya proses pengawasan terhadap libu Nataru ini baru akan terlihat dua minggu setelah waktu pemantauan berakhir. Jika tidak terdapat lonjakan kasus positif, berarti pengawasan yang dilakukan berhasil walaupun terjadi kenaikan jumlah masyarakat yang keluar saat libur Nataru. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Taat Protokol Kesehatan, Pengajian KH Musrian di Kendal Dihentikan

Tak Taat Protokol Kesehatan, Pengajian KH Musrian di Kendal Dihentikan

Jawa Tengah | Rabu, 06 Januari 2021 | 07:41 WIB

Tak Patuh Instruksi Gubernur, 2 Kafe di Sleman Disegel 3 Hari

Tak Patuh Instruksi Gubernur, 2 Kafe di Sleman Disegel 3 Hari

Jogja | Selasa, 05 Januari 2021 | 20:54 WIB

Tidak Hanya Melindungi Fisik, Memakai Masker juga Lindungi Kesehatan Mental

Tidak Hanya Melindungi Fisik, Memakai Masker juga Lindungi Kesehatan Mental

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 18:32 WIB

Terkini

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

×