alexametrics

Ingin Ajak Balita Main di Luar Rumah? Begini Saran Dokter Anak

Vania Rossa | Lilis Varwati
Ingin Ajak Balita Main di Luar Rumah? Begini Saran Dokter Anak
Ilustrasi anak main di luar rumah. (Pixabay/ThePixelman)

Karena main di luar rumah juga penting untuk menstimulasi pertumbuhannya.

Suara.com - Anak balita memiliki gerak yang aktif seiring dengan masa tumbuh kembangnya. Sayangnya, sejak pandemi Covid-19, banyak orangtua was-was membawa anaknya main ke luar rumah untuk menghindari penularan virus corona. Tetapi jika Anda tahu triknya, mengajak balita main di luar rumah sebenarnya aman, kok.

Dokter spesialis anak dr. Lucy Amelia. Sp.A., mengatakan anak balita butuh stimulus untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.

"Ketika punya anak balita, harus berikan stimulus perkembangan dan petumbuhan intensif. Dalam kondisi pandemi sekarang, butuh suatu cara tetap stimulus tapi aman. Karena ada banyak aktivitas di dalam dan luar rumah. Jadi memang harus berikan ruang eksploasi di luar rumah sambil tetap perhatikan protokol kesehatan," kata Lucy dalam siaran langsung bersama Parenting Indonesia, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, tak masalah mengajak anak bermain ke luar rumah karena juga bisa mengasah kreativitasnya. Asalkan yang penting untuk diperhatikan, harus mencari tempat yang tidak banyak kerumunan orang.

Baca Juga: Viral Anak-anak Main Simulasi Demo, Warganet: Latihan Sejak Dini

"Jadi bisa saja (main di luar rumah) asal kreatif mencari tempat yang tidak banyak kerumunan, juga siapkan amunisi seperti masker, sabun kalau ada akses cuci tangan, juga hand sanitizer," sarannya.

Area publik seperti taman bisa menjadi pilihan untuk bermain. Tetapi lantaran aturan PSBB dari pemerintah, jika taman masih ditutup, Lucy menyarankan cukup mengajak anak bermain di pinggir jalan sekitar area rumah atau di halaman.

Lucy juga mengingatkan, agar anak di bawah usia dua tahun tidak perlu dipakaikan masker. Karena khawatir akan mengganggu sistem pernapasannya, juga tidak sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Karena anak di bawah dua tahun belum direkomendasikan pakai masker. Artinya mungkin mereka pakai faceshield, tapi nggak semua anak mau. Jadi mereka tanpa masker dan faceshield. Sepanjang ajak main di area nggak padat dan sepi, menurut saya tidak masalah," ucapnya.

Baca Juga: Penting, Pastikan Cuci Tangan Pakai Sabun Setelah Anak Main Gadget

Komentar