Meski Ada Obatnya, Perawatan Meningitis Pada Anak Tetap Butuh Waktu Lama

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:41 WIB
Meski Ada Obatnya, Perawatan Meningitis Pada Anak Tetap Butuh Waktu Lama
Ilustrasi meningitis. (Shutterstock)

Suara.com - Meningitis atau radang selaput otak merupakan penyakit berbahayan yang sudah ditemukan obatnya.

Meski demikian, penyakit yang umumnya terjadi akibat infeksi tersebut membutuhkan waktu pengobatan yang lama hingga berminggu-minggu. 

Di sisi lain, dokter anak dr. neurologi dr. Herbowo Agung Sp.A(K)., mengatakan infeksi bakteri menjadi penyebab umum kasus meningitis pada anak Indonesia. Hal itu membuat antibiotik menjadi salah satu obat yang diresepkan.

Sayangnya, tak semua anak cocok dengan jenis antibiotik yang sama.

"Kalau bakteri, obatnya antibiotik pasti. Masalahnya, antibiotik cocok atau enggak. Kalau cocok dari awal biasanya langsung baik," jelas dokter Herbowo saat siaran langsung Instagram bersama @kenapaharusvaksin, Selasa (19/1/2021). 

Sedangkan jika obat yang dipakai tidak cocok kemungkinan kondisi pasien bisa memburuk, walaupun gejala meningitis diketahui sejak awal.

Menurutnya, tak sedikit orangtua terlambat membawa anak ke dokter ketika gejala meningitis sudah berat seperti keadaan kejang bahkan tak sadarkan diri. Karena dengan kondisi demikian, kemungkinan risoko kematian menjadi lebih besar. 

"Ini gak ada pilihan. Pilihannya kalau gak sembuh berarti meninggal. Gak ada meningitis yang perawatannya sampai menahun," ujar dokter yang berpraktik di rumah sakit Hermina Jatinegara, Jakarta itu. 

Meski demikian, pengobatan medis pasien meningitis juga membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu untuk bisa sembuh total.

Dokter Herbowo mengatakan, untuk pasien di atas dua tahun yang sudah cocok dengan antibiotik saja harus 14 hari berturut-turut mengonsumsi obat tersebut. 

"Kalau di bawah 3 bulan mengobatinya 21 hari antibiotik dan harus di rumah sakit karena harus disuntik antibiotiknya. Kalau anak lebih besar 14 hari. Itu dengan antibiotok yang cocok. Jadi misalnya udah seminggu ternyata gak cocok, kita ganti dan hitung dari nol lagi," jelasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meningitis pada Anak, Kapan Waktu yang Tepat Untuk Bawa ke Dokter?

Meningitis pada Anak, Kapan Waktu yang Tepat Untuk Bawa ke Dokter?

Jatim | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:58 WIB

Orangtua Mesti Waspada, Ini Bahaya Meningitis Pada Anak

Orangtua Mesti Waspada, Ini Bahaya Meningitis Pada Anak

Bekaci | Rabu, 20 Januari 2021 | 18:10 WIB

Jangan Anggap Sepele, Meningitis Bisa Ganggu Pertumbuhan Anak

Jangan Anggap Sepele, Meningitis Bisa Ganggu Pertumbuhan Anak

Malang | Rabu, 20 Januari 2021 | 13:40 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB