Vaksin Johnson & Johnson Disebut Cukup Melindungi dalam Sekali Suntikan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:41 WIB
Vaksin Johnson & Johnson Disebut Cukup Melindungi dalam Sekali Suntikan
ilustrasi vaksin (ANTARA/Shutterstock/pri).

Suara.com - Vaksin johnson & Johnson (J&J) tampaknya melindungi dari Covid-19 hanya dengan satu suntikan. Meskipun tidak sekuat vaksin dengan dua suntikan, tetapi vaksin ini masih berpotensi membantu dunia yang sangat membutuhkan lebih banyak dosis.

Melansir dari Huffpost, J&J mengatakan pada hari Jumat (29/1/2021) bahwa di Amerika Serikat (AS) dan tujuh negara lainnya, vaksin sekali pakai 66 persen efektif secara keseluruhan dalam mencegah penyakit sedang hingga parah, dan jauh lebih protektif 85 persen terhadap gejala yang paling serius.

Ada beberapa variasi geografis. Vaksin bekerja lebih baik di AS, yakni 72 persen efektif melawan Covid-19 sedang hingga parah dibandingkan dengan 57 persen di Afrika Selatan.

"Bertaruh dengan satu dosis tentu saja bermanfaat," Dr. Mathai Mammen, kepala penelitian global untuk unit Janssen Pharmaceutical J&J seperti yang dikutip dari Huffpost

Perusahaan J&J mengatakan bahwa dalam waktu seminggu, pihaknya akan mengajukan aplikasi untuk penggunaan darurat di AS dan kemudian di luar negeri. Mereka mengharapkan untuk memasok 100 juta dosis ke AS pada bulan Juni, dan mengharapkan beberapa siap untuk dikirim segera setelah pihak berwenang memberikan lampu hijau.

Ini adalah temuan awal dari studi terhadap 44.000 relawan yang belum diselesaikan. Para peneliti melacak penyakit mulai 28 hari setelah vaksinasi, kira-kira pada saat, jika peserta mendapatkan variasi dua dosis sebagai gantinya, mereka akan membutuhkan suntikan lagi.

Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)
Ilustrasi - Tangan memegang botol vaksin dan jarum suntik, deretan kapsul dan bendera WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (Shutterstock)

Vaksin J&J menggunakan virus flu untuk membawa gen lonjakan ke dalam tubuh, di mana sel membuat salinan protein yang tidak berbahaya untuk memperkuat sistem kekebalan seandainya virus yang sebenarnya datang.

J&J mengatakan vaksinnya bekerja secara konsisten pada banyak kelompok orang di mana sepertiga relawan vaksin berusia di atas 60 tahun dan lebih dari 40 persen memiliki penyakit mendasari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Striker Arema FC Dedik Setiawan Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama di Malang

Striker Arema FC Dedik Setiawan Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama di Malang

Malang | Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:55 WIB

Dugaan Pasien Dicovidkan, Ombudsman Jateng Semprot RS Telogorejo Semarang

Dugaan Pasien Dicovidkan, Ombudsman Jateng Semprot RS Telogorejo Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:51 WIB

Ilmuwan Samakan Long Covid-19 dengan Gejala yang Dirasakan Penyintas Ebola

Ilmuwan Samakan Long Covid-19 dengan Gejala yang Dirasakan Penyintas Ebola

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:08 WIB

Terkini

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB