Pandemi Covid-19, Pengentasan Masalah Gizi Makin Krusial Demi Jaga Imunitas

Ririn Indriani Suara.Com
Senin, 01 Februari 2021 | 13:11 WIB
Pandemi Covid-19, Pengentasan Masalah Gizi Makin Krusial Demi Jaga Imunitas
Ilustrasi pola makan dengan gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh. (Shutterstock)

Suara.com - Mengentaskan masalah gizi di Indonesia terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang semakin krusial. Ini dikarenakan kecukupan gizi sangat memengaruhi kualitas daya tahan tubuh (imunitas) orang.

Imunitas tubuh seperti kita ketahui sangat penting untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit, termasuk infeksi Coronavirus Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita untuk menjaga daya tahan tubuh yang optimal dan pada saat yang sama juga menjaga serta memperbaiki kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit. Sistem imun selalu aktif melaksanakan pengawasan, namun aktifitasnya meningkat jika individu terkena infeksi," terang Pakar Gizi, dr. Johanes Chandrawinata Sp.Gk, MND pada Webinar kesehatan memeringati Hari Gizi Nasional 2021 bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), beberapa waktu lalu.

Peningkatan aktifitas yang disertai peningkatan metabolisme tersebut, lanjutnya, memerlukan sumber energi dan bahan untuk biosintesa dan molekul pengatur.

"Sumber energi dan bahan molekul pengatur ini tentunya berasal dari diet. Karena itu kecukupan asupan berbagai jenis zat gizi sangat penting untuk menunjang sistem imun berfungsi secara optimal,” ujar pria yang akrab disapa dr. Jo.

Selain itu, sambung dia, melakukan diet rendah garam juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, sehingga peluang untuk menjaga sistem imunitas pun semakin tinggi.

"Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020 dalam Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat makanan walaupun kadar natriumnya dikurangi antara 30-60%. Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” urai dr Jo panjang lebar.

Lebih lanjut dr Jo berpendapat bahwa kampanye Pemerintah terkait GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan pembatasan GGL (Gula-Garam-Lemak) belum cukup untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

“Peran serta industri atau pelaku bisnis di bidang makanan juga perlu ditingkatkan dengan membuat produk yang lebih sehat rendah gula, rendah garam, dan rendah lemak, namun tetap bercita-rasa tinggi demi ikut aktif menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Juga mendidik masyarakat agar bertambah pengetahuannya tentang makan yang lebih sehat menuju tubuh yang lebih sehat pula,” tutupnya.

Baca Juga: Ibu Sangat Berperan Tingkatkan Imunitas Anak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI