Studi Baru Ungkap Penyintas Covid-19 Bentuk Antibodi Pemblokir Virus Corona

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 04 Februari 2021 | 12:45 WIB
Studi Baru Ungkap Penyintas Covid-19 Bentuk Antibodi Pemblokir Virus Corona
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi baru Rockefeller menunjukkan bahwa mereka yang pulih dari COVID-19 atau penyintas COVID-19 akan terlindungi dari virus tersebut setidaknya selama enam bulan atau lebih lama.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini memberikan bukti bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja luar biasa. Sistem kekebalan akan terus meningkatkan kualitas antibodi, bahkan setelah infeksinya berkurang.

Antibodi yang diproduksi selama berbulan-bulan setelah infeksi, menunjukkan peningkatan kemampuan untuk memblokir virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 serta versi mutasinya seperti varian virus baru yang ada di negara Afrika Selatan.

Melansir dari Sciencedaily (21/01/2021), para peneliti menemukan bahwa peningkatan antibodi ini diproduksi oleh sel-sel kekebalan yang terus berkembang, karena terus terpapar sisa-sisa virus yang tersembunyi di jaringan usus.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menduga bahwa ketika pasien yang sembuh bertemu virus berikutnya, perlawanan tersebut akan lebih cepat dan lebih efektif, dan mencegah infeksi berulang.

"Ini benar-benar berita yang menggembirakan. Jenis tanggapan kekebalan yang kita lihat di sini berpotensi memberikan perlindungan untuk beberapa waktu, dengan memungkinkan tubuh untuk melakukan tanggapan yang cepat dan efektif terhadap virus setelah terpapar ulang," kata Michel C. Nussenzweig, Profesor Zanvil A. Cohn dan Ralph M.

Steinman dan kepala Laboratorium Imunologi Molekuler merupakan tim yang sama yang melacak dan mengkarakterisasi respons antibodi pada pasien COVID-19 sejak hari-hari awal pandemi di New York.

Antibodi yang dibuat tubuh sebagai respons terhadap infeksi, bertahan dalam plasma darah selama beberapa minggu atau bulan, tetapi kadarnya menurun secara signifikan seiring waktu.

Sel Memiliki Memori Tahan Lama
Sistem kekebalan memiliki cara efisien untuk menangani patogen. Alih-alih memproduksi antibodi sepanjang waktu, sistem kekebalan menciptakan sel B memori yang mengenali patogen, dan dapat dengan cepat melepaskan babak baru bagi antibodi.

baca juga

Untuk memahami kasus SARS-CoV-2, Nussenzweig dan rekannya mempelajari tanggapan antibodi dari 87 orang pada dua titik jangka waktu: satu bulan setelah infeksi, enam bulan kemudian, seperti yang diharapkan, menemukan bahwa meskipun antibodi masih dapat dideteksi pada titik enam bulan, yang jumlahnya telah menurun secara nyata.

Eksperimen laboratorium ini menunjukkan bahwa kemampuan sampel plasma peserta untuk menetralkan virus berkurang lima kali lipat.

Sebaliknya, sel B memori pasien, khususnya yang memproduksi antibodi melawan SARS-CoV-2, tidak menurun jumlahnya bahkan sedikit meningkat dalam beberapa kasus.

Menurut Christian Gaebler, dokter dan ahli imunologi di lab Nussenzweig, jumlah keseluruhan sel B memori yang menghasilkan antibodi yang menyerang tumit Achilles dari virus, yang dikenal sebagai domain pengikat reseptor, tetap sama.

"Itu kabar baik karena itulah yang Anda butuhkan jika Anda menemukan virus lagi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbaru: Antibodi Covid-19 Paling Lama Bertahan selama 6  Bulan

Studi Terbaru: Antibodi Covid-19 Paling Lama Bertahan selama 6 Bulan

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 11:11 WIB

Studi Awal: Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Dapat Menyalurkan Antibodi ke Bayi

Studi Awal: Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Dapat Menyalurkan Antibodi ke Bayi

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 16:07 WIB

LIVE: Berbagi Pengalaman dan Dialog dengan Artis Penyintas Covid-19

LIVE: Berbagi Pengalaman dan Dialog dengan Artis Penyintas Covid-19

Video | Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:12 WIB

Terkini

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB

×