5 Hal yang Bisa Dilakukan Jika Memiliki Keluarga Pengidap Epilepsi

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 17:31 WIB
5 Hal yang Bisa Dilakukan Jika Memiliki Keluarga Pengidap Epilepsi
Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)

Suara.com - Masalah kesehatan epilepsi dapat memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Bukan hanya pada pengidapnya, epilepsi juga dapat memengaruhi keluarga orang yang mengalaminya.

Epilepsi sendiri merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang.

Bagaimana epilepsi memengaruhi kehidupan seseorang sering kali bergantung pada jenis dan frekuensi yang dialami seseorang.

Misalnya kejang, hal itu dapat sangat menakutkan bagi penderita maupun keluarga penderita di awal-awal kejadian.

Merawat orang dengan penderita epilepsi juga membutuhkan banyak kekuatan serta keberanian. Berikut hal yang perlu diingat jika keluarga Anda terkena epilepsi, melansir dari healthshots:

1. Pelajari Kondisinya
Kunci untuk menangani jenis kejang epilepsi adalah mempelajari lebih lanjut tentang epilepsi dan bagaimana cara merawat orang yang menderita epilepsi.

Bacalah sebanyak yang Anda bisa, bicarakan dengan dokter dan hubungi kelompok pendukung epilepsi untuk informasi lebih lanjut yang akan membuat Anda merasa lebih percaya diri sebagai pengasuh.

2. Komunikasi yang baik sangat penting
Komunikasi teratur yang jelas dapat mendorong orang yang Anda sayangi untuk terbuka. Dengarkan dan beri semangat saat mereka frustrasi dengan kondisi gejala mereka.

3. Buat catatan
Catat setiap keadaan yang terjadi sebelum kejang dan cari pemicunya. Hal ini bisa berupa stres, kurang tidur, kurang makan, pengobatan, atau perubahan hormon. Buat lah jurnal dan tulis secara detail seperti waktu, durasi, perilaku sebelum dan sesudah.

4. Sikap bertindak
Penderita epilepsi dapat melakukan sebagian besar aktivitas yang dapat dilakukan orang lain, dengan sedikit pengawasan dan dukungan ekstra.

Dorong semangat untuk orang yang Anda rawat dan terlibat lah dalam rekreasi dan kegiatan sosial. Anda juga bisa terlibat dengan mereka dan ikut membuat aktivitas. Seperti aktivitas melukis atau berjalan-jalan, atau bahkan bernyanyi bersama.

5. Jaga dirimu
Sangat penting untuk menjaga diri sendiri dan memiliki waktu untuk diri sendiri. Pengasuh dari penderita epilepsi sering menghadapi situasi mereka sendirian dan merasa sangat terisolasi yang berdampak pada kesehatan mental mereka.

Luangkan waktu untuk diri sendiri untuk melakukan aktivitas yang Anda sukai, seperti berolahraga, membaca, atau jalan-jalan bersama teman. Dengan menjaga diri sendiri, Anda akan mampu merawat orang lain dengan lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disuntik Vaksin Covid-19, Nakes di Garut Kejang-kejang Lalu Pingsan

Disuntik Vaksin Covid-19, Nakes di Garut Kejang-kejang Lalu Pingsan

Jabar | Rabu, 03 Februari 2021 | 15:39 WIB

Sering Kejang? Waspada Bisa Jadi Gejala Epilepsi

Sering Kejang? Waspada Bisa Jadi Gejala Epilepsi

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 18:45 WIB

Penyakit Misterius Mirip Epilepsi Terjadi Lagi di India, Ini Penyebabnya!

Penyakit Misterius Mirip Epilepsi Terjadi Lagi di India, Ini Penyebabnya!

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 17:19 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB