Ramai Pembahasan D-dimer Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Dokter Paru

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 09 Februari 2021 | 18:05 WIB
Ramai Pembahasan D-dimer Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Dokter Paru
ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca yang mengandung sel molekul Coronavirus, strain virus UK baru, perubahan mutasi RNA COVID-19. ANTARA/Shutterstock/pri.

Suara.com - D-dimer disebut-sebut sebagai penanda utama tingkat keparahan infeksi Covid-19. Apa sebenarnya D-dimer dan bagaimana cara menghitungnya?

Dilansir ANTARA, dokter spesialis paru dr Erlina Burhan, Sp.P, mengatakan D-dimer adalah parameter pemeriksaan dari darah. D-dimer diukur untuk melihat tingkat keparahan suatu infeksi.

Angka D-dimer juga merupakan salah satu faktor penanda adanya kerusakan organ-organ tubuh lain.

"Jadi pemeriksaan D-dimer dilakukan dari darah dan normalnya berada pada angka 500," ujarnya.

dr Erlina mengatakan peningkatan D-dimer biasanya terjadi pada pasien COVID-19 dengan kondisi berat yang dipicu oleh sejumlah faktor tertentu.

"Pemicunya ada beberapa hal, bisa karena sudah ada kelainan kardiovaskular ditambah lagi dengan faktor infeksi akibat virus ini," kata dokter yang praktik di RS Paru Persahabatan ini.

Kondisi tersebut, menurut dia, memicu terjadinya sumbatan ataupun faktor pembekuan di darah sehingga menjadi terganggu.

Terkait terjadinya peningkatan D-dimer pada pasien COVID-19, kata dia, biasanya karena reaksi dari proses implamasi yang ditimbulkan oleh virus.

Dengan kata lain, jika angka D-dimer seseorang tersebut naik maka hal itu sudah menunjukkan bahwa kondisi penyakit yang bersangkutan sudah lanjut.

Baca Juga: Polemik Vaksin Covid-19 Selebgram Helena Lim, Ini Penjelasan Dinkes Jakbar

Namun di sisi lain, kondisi peningkatan D-dimer tidak selalu terjadi pada semua pasien. Apalagi jika pasien bergejala ringan, orang tanpa gejala ataupun sedang biasanya belum terjadi peningkatan.

Untuk di Tanah Air, ia menyebutkan sekitar 80 persen pasien bergejala dan orang tanpa gejala sehingga sebenarnya tidak masalah dengan D-dimer.

Ia menegaskan yang perlu dilakukan saat ini adalah menguatkan prinsip pencegahan. Hal itu termasuk pula meningkatkan penelusuran kasus dengan benar, masif dan agresif agar kasus yang ditemukan hanya orang tanpa gejala atau ringan bahkan tidak perlu dirawat kalaupun terkonfirmasi positif COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI