Orang yang Pernah Kena Flu Kebal Covid-19, Mitos atau Fakta

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 15 Februari 2021 | 10:45 WIB
Orang yang Pernah Kena Flu Kebal Covid-19, Mitos atau Fakta
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Banyak orang menganggap Covid-19 sama seperti virus influenza. Oleh sebab itu banyak yang lantas menganggap orang yang pernah terkena flu kebal terhadap SARS CoV 2.

Tapi benarkah pemahaman tersebut. Sayangnya, anggapan itu itu dipastikan keliru alias tidak benar.

Mengutip Live Science, Senin (15/2/2021) dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cel, 9 Februari 2021, menemukan antibodi yang didapatkan setelah sembuh dari influenza tidak bisa melawan virus SARS CoV 2.

Selama bertahun-tahun lamanya orang sudah terpapar virus flu sepanjang hidup mereka, dan selama itu pula tubuhnya berhasil mengembangkan antibodi untuk melawan virus flu.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Namun setelah antibodi yang berhasil dikembangkan ini, dianalisis dan diuji coba untuk melawan SARS CoV 2, hasilnya tidak bisa melindungi dan tidak bisa mengurangi dari infeksi parah.

"Kami memang menemukan manusia memiliki antibodi (hasil dari virus flu) yang bisa mengikat SARS CoV 2, tapi antibodi ini tidak bisa mencegah infeksi Covid-19," terang peneliti Scott Hensley, Profesor Mikrobiologi dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania.

Uniknya dalam penelitian ini ditemukan jika proporsi antibodi yang dimiliki anak-anak lebih tinggi dibanding orang dewasa, antibodi yang dimiliki anak-anak mampu menetralisir dan melucuti SARS CoV 2.

Hasil ini didapatkan setelah Hensley dan timnya menganalisis sampel serum sejak 2017 lalu, untuk melihat antibodi musiman yang dihasilkan dari virus flu di masyarakat umum.

Sampel darah diambil dari 263 anak di rumah sakit Anak Philadelphia dan 168 orang dewasa di Penn Medicine Biobank.

baca juga

Sampel darah tersebut memang ditemukan antibodi flu, namun sayangnya hanya 20 persen antibodi yang bisa mengikat SARS CoV 2. Namun tidak bisa untuk mengurangi tingkat keparahan yang disebabkan orang virus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 15 Februari: RSD Wisma Atlet Rawat 3.222 Pasien, OTG Tambah Ratusan

Update 15 Februari: RSD Wisma Atlet Rawat 3.222 Pasien, OTG Tambah Ratusan

News | Senin, 15 Februari 2021 | 09:48 WIB

Update Covid-19 Global: Tren Penularan Infeksi di Amerika Serikat Turun

Update Covid-19 Global: Tren Penularan Infeksi di Amerika Serikat Turun

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 08:22 WIB

126 Santri Reaktif Corona, Ponpes di Bangka Ditutup Sementara

126 Santri Reaktif Corona, Ponpes di Bangka Ditutup Sementara

Batam | Senin, 15 Februari 2021 | 08:21 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×