Awas, Stres Hingga Depresi Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 17 Februari 2021 | 13:15 WIB
Awas, Stres Hingga Depresi Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksinasi [Antara]

Suara.com - Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental seperti stres hingga depresi. Tapi, jika ingin melakukan vaksin Covid-19, sebaiknya kelola dahulu tingkat stres dan depresi.

Sebuah studi yang diterbitkan Perspectives on Psychological Science menunjukkan, rasa stres, kesepian, dan kelemahan kronis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan turunnya antibodi.

Meski pengujian secara ketat telah menunjukkan vaksin covid-19 sangat efektif, namun dengan kekebalan yang kuat, tidak semua orang mendapatkan manfaat penuhnya dari vaksin tersebut.

Faktor seperti lingkungan juga bisa menjadi pemicunya, serta genetika dan kesehatan fisik mental individu yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang merespons vaksin.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Hal ini menjadi tantangan, karena faktor tersebut telah terbukti melemahkan kemanjuran vaksin, terutama di kalangan usia lansia.

Selain itu, penularan virus corona juga berdampak bagi orang yang memicu kesehatan mental, dampak ekonomi, juga ketidakpastian masa depan yang membuat stres hingga depresi.

“Selain fisik yang tertular virus COVID-19, pandemi ini memiliki komponen pada kesehatan mental yang sama-sama mengganggu, yang menyebabkan rasa cemas dan juga depresi. Stres secara emosional dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, serta mengganggu kemampuan mereka untuk menangkal infeksi,” ungkap Annelise Madison, peneliti The Ohio State University yang dari Healthshots (17/2/2021).

Menurutnya, studi baru tersebut menyorot kemanjuran vaksin dan perilaku kesehatan, yang menjadi pemicu stres emosional yang dapat mengubah kemampuan tubuh dalam mengembangkan respons imun.

“Masalahnya, pandemi itu sendiri yang dapat memperkuat faktor risiko ini,” paparnya.

baca juga

Peneliti memaparkan, vaksin covid-19 yang sudah beredar efektif sekisar 95%. Meski begitu, faktor lain seperti psikologis dan perilaku dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kekebalan.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, strategi yang disarankan para peneliti dengan melakukan olahraga berat dan tidur yang nyenyak, sehingga saat vaksinasi sistem kekebalan dapat beroperasi.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa intervensi psikologis dan perilaku dapat meningkatkan daya tanggap vaksin. Bahkan intervensi jangka pendek pun bisa efektif,” ungkap Annelise Madison.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Ogah Pusing soal Penolak Vaksin: Ditawarkan Mau Ambil atau Tidak

Anies Ogah Pusing soal Penolak Vaksin: Ditawarkan Mau Ambil atau Tidak

News | Rabu, 17 Februari 2021 | 10:54 WIB

Reaksi Para Ojek Online Suntik Vaksin COVID-19 Pekan Depan, Menolak

Reaksi Para Ojek Online Suntik Vaksin COVID-19 Pekan Depan, Menolak

Jakarta | Rabu, 17 Februari 2021 | 10:37 WIB

Ilmuwan Duga Varian Virus Corona Nigeria Resisten dengan Vaksin Covid-19

Ilmuwan Duga Varian Virus Corona Nigeria Resisten dengan Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 08:42 WIB

Terkini

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

×