Biopsi Kanker Prostat Kini Bisa Pakai Robot

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:22 WIB
Biopsi Kanker Prostat Kini Bisa Pakai Robot
Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)

Suara.com - Perkembangan teknologi turut mempermudah deteksi dini suatu penyakit. Salah satunya adalah kanker prostat, penyakit yang baru menimbulkan gejala ketika tingkat stadium telah lanjut.

Data Kementerian Kesehatan, kanker prostat menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita sekitar 25.012 orang. Sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kanker prostat belum optimal di Indonesia.

“Padahal, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini memiliki angka harapan hidup di atas 90 persen, hingga 10 tahun. Angka ini dapat turun hingga 50 persen apabila ditemukan pada stadium lanjut," kata dokter spesialis konsultan uro-onkologi Siloam Hospitals ASRI dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U (K), PhD., dalam webinar daring, Rabu (17/2/2021).

Memanfaatkan teknologi, deteksi dini kanker prostat sekarang bahkan bisa dilakukan dengan biopsi robotik. Inovasi deteksi dini itu dibuat oleh center of excellence Siloam Hospitals, ASRI Urology Center.

Biopsi prostat dengan teknologi robotik menggunakan lokalisasi jarum target yang lebih tepat. Meski demikian, diakui dokter Agus, perlu adanya pengembangan teknologi agar alat robotik yang tersedia bisa untuk penggunaan klinis sehari-hari.

Menurutnya, biopsi prostat dengan teknologi robotik memiliki durasi tindakan lebih singkat dibandingkan biopsi non-robotik.

“Hal ini tentunya menguntungkan bagi pasien dan tenaga medis yang berada di ruang tindakan, terutama selama pandemi Covid-19. Teknologi tersebut dapat mempersingkat waktu operasi sehingga kontak antara pasien dengan tenaga medis di ruang tindakan pun menjadi minim,” jelasnya.

Sementara itu, dokter spesialis urologi sekaligus Ketua Asri Urology Center (AUC) Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K)., juga mengingatkan, pentingnya deteksi dini kanker prostat untuk mencegah potensi terjadinya komplikasi dan kesehatan yang makin buruk.

“Biopsi prostat dengan teknologi robotik digunakan untuk meningkatkan ketepatan pengambilan sampel jaringan di lokasi sel kanker prostat. Dengan adanya teknologi ini, diagnosis menjadi lebih cepat dan akurat, waktu biopsi lebih singkat, serta menghindari dilakukannya biopsi ulang," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Jarang Bercinta Bikin Pria Kena Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter

Benarkah Jarang Bercinta Bikin Pria Kena Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 20:27 WIB

70 Persen Pasien Kanker Prostat Telat Periksakan Diri, Apa Sebabnya?

70 Persen Pasien Kanker Prostat Telat Periksakan Diri, Apa Sebabnya?

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:55 WIB

Sering Sulit Dikenali, Begini Cara Skrining Kanker Prostat

Sering Sulit Dikenali, Begini Cara Skrining Kanker Prostat

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 17:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB