Kucing hingga Kelinci, Studi Prediksi Hewan Pemicu Wabah Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 14:44 WIB
Kucing hingga Kelinci, Studi Prediksi Hewan Pemicu Wabah Virus Corona
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 belum usai. Tapi, sebuah studi baru telah memprediksi bebeapa hewan yang bisa menyebabkan wabah virus corona mematikan berikutnya, seperti kucing, kelinci, dan landak.

Melalui bantuan kecerdasan buatan, ahli biologi merancang model prediksi yang bisa memprioritaskan inang potensial dari strain virus corona Covid-19 yang sudah ada, tetapi belum menular ke manusia.

"Kami ingin tahu dari mana datangnya virus corona di masa mendatang," kata Dr Marcus Blagrove, ahli virologi Universitas Liverpool dikutip dari Fox News.

Temuan yang diterbitkan di Nature Communications ini menggambarkan kecerdasan buatan yang digunakan untuk memprediksi inang hewan yang berpotensi mematikan sebagai jenis virus corona tak terduga.

Metode ini menemukan 876 spesies mamalia potensial yang mungkin akan menjadi satu inang, tetapi seringkali akan beranak pinak mencapai 12 dari 411 strain. Triknya adalah mengurai spesies yang bisa menampung 2 strain sekaligus, menciptakan tempat berkembang biaknya bagi virus mutan yang kuat.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Salah satu cara virus yang dihasilkan adalah melalui rekombinasi antara dua virus corona yang ada. Jadi, ada dua virus menginfeksi sel yang sama dan mereka akan menjadi virus turunan yang akan menjadi jenis virus baru," kata Blagvore.

Menurutnya, hewan seperti musang, landak, kelinci, unta, beberapa spesies primata, babi peliharaan dan kucing ditetapkan sebagai penyebab utama rekombinasi SARS-CoV-2, strain virus yang menyebabkan Covid-19.

Penelitian sebelumnya, telah mengamati rekombinasi beberapa spesies virus. Tapi, peneliti belum menemukan identifikasi sumber-sumber rekombinasi yang menghasilkan jenis virus baru.

"Algoritme tersebut mendasarkan penilaiannya pada kemiripan biologis antara inang yang diketahui dan spesies terkait," Dr. Maya Wardeh.

Dr. Maya mengatakan bahwa pihaknya masih bisa memprediksi spesies mana yang memiliki peluang banyak menyebabkan virus corona dan menginfeksi manusia.

"Entah karena mereka sangat dekat hubungannya dengan spesies baru yang diketahui membawa virus corona atau karena merwka berbagi ruang geografis yang sama," jelasnya.

Para ilmuwan berharap temuan ini akan membantu mendorong pemantauan yang lebih menyeluruh tentang interaksi hewan alam liar dengan manusia. Karena, para peneliti menunjukkan bahwa penyebaran virus dari hewan ke manusia sebagian besar adalah hasil dari aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemburu Kucing di Batam Ditangkap, Ngaku Untuk Dimasak di Rumah

Pemburu Kucing di Batam Ditangkap, Ngaku Untuk Dimasak di Rumah

Batam | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:12 WIB

Geger Pria Misterius Kapak Kepala Kucing Sampai Hancur di Batam, Sosiopat?

Geger Pria Misterius Kapak Kepala Kucing Sampai Hancur di Batam, Sosiopat?

Batam | Kamis, 18 Februari 2021 | 08:41 WIB

Viral! Pria di Batam Tega Pukuli Kepala Kucing Pakai Kapak Sampai Mati

Viral! Pria di Batam Tega Pukuli Kepala Kucing Pakai Kapak Sampai Mati

Batam | Kamis, 18 Februari 2021 | 08:34 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB