Perketat Skrining, 1.060 Orang Masuk Indonesia Terjaring Positif Covid-19

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 16:58 WIB
Perketat Skrining, 1.060 Orang Masuk Indonesia Terjaring Positif Covid-19
Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 dalam dialog "Nafas Panjang Penanganan Covid-19".

Suara.com - Dalam rangka menekan angka kasus virus corona Covid-19 di Indonesia, pemerintah Indonesia melalui satuan tugas penanganan Covid-19 telah memperketat peraturan bagi pelaku perjalanan nasional dan internasional.

Sebelumnya, Prof. Wiku Adisasmito, koordinator tim pakar dan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa WNI dan WNA sempat diperbolehkan masuk ke Indonesia tanpa terkecuali pada 26 Juni 2020 lalu.

Kemudian, pemerintah melakukan penyesuaian aturan dan lebih memperketatnya sejak 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Pemerintah Indonesia pun sempat melarang WNA dari Inggris masuk ke Indonesia sementara waktu pada 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Larangan masuk ke Indonesia dari WNA dari Inggris ini diberlakukan setelah muncul varian baru virus corona Covid-19 di Inggris. Setelah varian baru ini bermunculan di berbagai negara dan berkembang, pemerintah pun mulai membatasi masuknya WNA dari semua negara sampai 15 Januari 2021.

Aturan yang lebih diperketat bagi pelaku perjalanan internasional ini juga sejalan dengan syarat hasil tes PCR negatif yang berubah sebelum melakukan perjalanan dan ketika tiba di tempat tujuan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (istimewa).
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (istimewa).

"Awalnnya, (orang) hanya perlu menunjukkan hasil PCR sebelum perjalanan. Sekarang, (semua orang) harus melakukan skrining lebih banyak dan karantina ketika tiba di Indoensia. Jadi, lebih ketat aturannya agar tidak ada penularan virus dari luar negeri ke Indonesia," jelas Prof. Wiku dalam webinar tentang Perkembangan Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Perjalanan Internasional pada Kamis (18/2/2021).

Jika tidak ada skrining yang lebih ketat, maka akan banyak kasus positif virus corona Covid-19 dalam perjalanan yang lolos dan membuat pengendalian kasus di Indonesia semakin sulit.

Prof. Wiku juga menyampaikan bahwa data positif dari pelaku perjalanan Internasional pada tanggal 28 Desember 2020 sampai dengan 16 Februari 2021, ternyata ada total positif 1.060 orang.

Jumlah kasus positif ini diperoleh dari langkah skrining yang lebih banyak ketika mereka tiba di Indonesia. Pada skrining tahap pertama ketika mereka baru tiba di Indonesia, terdapat 738 orang positif virus corona Covid-19.

"Artinya, kalau (seseorang) sudah membawa surat tes swab negatif tapi ternyata hasil tesnya di sini (bisa berubah) positif. Kalau kita tidak melakukan skrining, mereka akan lolos. Kalau begini, mereka pasti akan terjaring," jelas Prof. Wiku.

Tak hanya sekali, satgas Covid-19 Indonesia juga melakukan skrining 2 kali pada pelaku perjalanan Internasional pada hari kelima setelah karantina, yang hasilnya ditemukan 320 orang positif virus corona.

Artinya, seseorang mungkin aja memiliki hasil tes negatif virus corona Covid-19 pada sebelum berangkat dan saat tiba di Indonesia. Tetapi, mereka mungkin telah tertular selama perjalanan dan baru ketahuan setelah karantina 5 hari sesuai masa inkubasi virus.

"Jadi, ini orang yang tadinya negatif sebelum berangkat dan ketika tiba, ternyata hasil tesnya positif setelah karantina 5 hari. Seandainya terjadi penularan di masa perjalanan seperti ini, maka (langkah skrining) akan menjaringnya di hari kelima karena masa inkubasi virusnya tersebut," jelasnya.

Karena itu, peraturan bagi pelaku perjalanan Internasional yang lebih ketat ini akan menjaring orang yang positif virus corona jika terjadi penularan selama perjalanan.

Jika tidak, banyak pelaku perjalanan Internasional yang positif virus corona Covid-19 akan lolos dan berisiko menularkan ke orang lain ketika kembali menemui keluarga atau kerabat di lingkungannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 saat Hari Kemerdekaan

Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 saat Hari Kemerdekaan

Video | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:00 WIB

Menegangkan! Detik-detik Garuda Indonesia Mendarat Darurat di Makassar

Menegangkan! Detik-detik Garuda Indonesia Mendarat Darurat di Makassar

Bali | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:22 WIB

Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California

Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB