PSBB Hingga PPKM untuk Penanganan Covid-19, Adakah Hasilnya?

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:54 WIB
PSBB Hingga PPKM untuk Penanganan Covid-19, Adakah Hasilnya?
Pekerja melintas di trotoar kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (14/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kritik tajam untuk pemerintah muncul setelah sejumlah program penanganan pandemi Covid-19, mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai tidak memberikan hasil maksimal.

Beragamnya istilah tersebut dikritik oleh dokter Yohanes Wibowo, M.Sc., yang menilai pemerintah hanya sibuk ganti penyebutan tapi tidak jelas hasil kerjanya.

"Kita lihat bahwa beberapa kali kita fokus hanya ganti-ganti istilah untuk penanganan ini. Kita tidak punya indikator keberhasilan, istilahnya ganti lalu tiba-tiba diumumkan. Ada pengetatan, kasus menurun dan tahu-tahu tetap naik. Berputar di situ saja," kata Yohanes dalam webinar daring bersama Change.org, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, pemerintah bahkan mengganti istilah-istilah tersebut sampai sepuluh kali. Tetapi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga membaik, kata dokter yang pernah menginisiasi petisi Vaksin Harus Transparan pada Oktober 2020 itu.

Yohanes berpendapat, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan program vaksinasi untuk mengontrol penularan virus corona di masyarakat. Meski begitu, strategi lain, seperti PPKM, sosialisasi 3M dan 3T juga dikritik belum sepenuhnya membuahkan hasil.

"Beberapa bulan ini kita sepertinya belum sepenuhnya berhasil dalam mengendalikan ini melalui langkah nonformal logical," ucapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ahli Sosiologi Bencana Sulfikar Amin, Ph.D., yang menyayangkan penurunan kasus positif harian Indonesia justru juga diikuti dengan berkurangnya jumlah testing di masyarakat.

"Ini menjadi indikator bahwa sebenarnya laju penularan itu belum menurun sama sekali. Ketika kita lihat jumlah tes positivity rate-nya semakin hari, semakin tinggi. Bahkan dua hari lalu mencapai rekor 37 persen," kata Sulfikar.

Kondisi itu, menurutnya, menandakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia belum membaik. Ia menyarankan, seharusnya pemerintah terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi pandemi yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Banyak Warga Mati, Wakil RW di Sidoarjo Ini Ragukan Efektivitas PPKM Mikro

"Akan lebih baik jika Pemerintah mau terbuka dengan sangat transparan dan memberitahu masyarakat bahwa ini yang terjadi situasi parahnya seperti apa. Sehingga kita waspada bersama-sama," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI