alexametrics

Hampir Setahun Pandemi, 1 dari 5 Orang Masih Percaya COVID-19 Konspirasi

M. Reza Sulaiman
Hampir Setahun Pandemi, 1 dari 5 Orang Masih Percaya COVID-19 Konspirasi
Ilustrasi Pandemi Covid-19. (Pexels)

Sudah hampir satu tahun sejak Indonesia mengalami pandemi COVID-19. Sayangnya, masih ada kelompok masyarakat yang tidak mempercayainya dan menganggap ini semua konspirasi.

Suara.com - Sudah hampir satu tahun sejak Indonesia mengalami pandemi COVID-19. Sayangnya, masih ada kelompok masyarakat yang tidak mempercayainya dan menganggap ini semua konspirasi.

Dilansir ANTARA, survei terbaru dari Parameter Politik Indonesia menemukan orang yang menganggap COVID-19 adalah konspirasi dan hasil rekayasa manusia masih ada di masyarakat.

"Setelah hampir satu tahun COVID-19 masuk Indonesia, ternyata masih cukup banyak orang yang menganggap COVID-19 adalah konspirasi (20,3 persen) dan merupakan hasil rekayasa manusia (28,7 persen)," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Dia menyarankan agar sosialisasi maupun edukasi terhadap masyarakat terkait COVID-19 masih penting untuk terus digencarkan.

Baca Juga: Minta ASN Prioritas Vaksinasi, Pemkot: kalau Sakit Siapa yang Urus Warga

INFOGRAFIS: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19
INFOGRAFIS: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19

Adi menjelaskan, survei tersebut menanyakan kepada responden apakah COVID-19 nyata atau rekayasa (konspirasi) yang dibuat untuk tujuan tertentu.

Hasilnya, menurut dia, sebanyak 56,7 persen menilai COVID-19 adalah nyata, 20,3 persen menganggap virus tersebut merupakan konspirasi, dan 23 persen tidak menjawab.

Adi mengatakan, survei tersebut juga menanyakan kepada responden apakah COVID-19 terbentuk secara alami atau rekayasa buatan manusia untuk tujuan tertentu.

"Sebanyak 48,9 persen responden menilai COVID-19 terbentuk secara alami, 28,7 persen buatan manusia, dan tidak menjawab sebesar 22,4 persen," ujarnya.

Dia menjelaskan, temuan lain data survei tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih relatif belum membaik dibanding 10 bulan yang lalu saat COVID-19 baru menyerang Indonesia.

Baca Juga: Lansia di Kota Bandung Diminta Isi Formulir Vaksinasi Covid-19

Menurut dia, sebanyak 44,2 persen responden menilai kondisi ekonomi keluarga sama saja dibandingkan saat COVID-19 menyerang Indonesia pada bulan April 2020.

Komentar