alexametrics

Temuan Baru, Virus Corona pada Ibu Hamil Tak Tingkatkan Risiko Keguguran!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Temuan Baru, Virus Corona pada Ibu Hamil Tak Tingkatkan Risiko Keguguran!
Ibu hamil (Unsplash)

Penelitian menemukan bahwa virus corona Covid-19 pada ibu hamil tidak meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir mati.

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan virus corona Covid-19 pada ibu hamil tidak meningkatkan risiko keguguran maupun bayi lahir mati.

Tapi, penelitian terhadap lebih dari 4.000 ibu hamil yang tertular virus corona Covid-19 menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin mengalami kelahiran prematur.

Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Imperial College London dan jurnal Ultrasound in Obstetrics and Gynecology, yang menggunakan data ibu hamil dari Inggris dan Amerika Serikat tahun 2020 lalu.

Para ahli menemukan tidak ada bayi yang meninggal karena virus corona Covid-19 selama penelitian. Mereka juga tidak menemukan peningkatan risiko berat badan bayi lahir rendah.

Baca Juga: Peneliti Kini Mengkhawatirkan Varian Virus Corona dari California, Mengapa?

Tapi, risiko kelahiran prematur akibat virus corona Covid-19 meningkat antara 57 hingga 60 persen. Sekitar 1 dari 50 bayi baru lahir yang ibunya positif virus corona Covid-19 berisiko lahir prematur.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Profesor Christoph Lees, penulis senior studi dari Departemen Metabolisme, Pencernaan dan Reproduksi Imperial, mengatakan temuan virus corona Covid-19 tidak meningkatkan risiko bayi lahir mati ini sangat menyakinkan.

"Tapi, virus corona Covid-19 ini telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi bayi lahir prematur yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya," jelas Cristoph Lees dikutip dari The Sun.

Berdasarkan data 1.606 ibu hamil di Inggris yang telah terkonfirmasi positif virus corona Covid-19, sebanyak 12 persen melahirkan prematur. Angka rata-rata nasional adalah sekitar 7,5 persen.

Dr Ed Mullins dari Imperial juga mengatakan studi ini mendukung prioritas vaksinasi untuk wanita yang sedang hamil atau berencana hamil. Tindakan ini bisa melindungi ibu hamil dari infeksi dan mengurangi kelahiran prematur.

Baca Juga: Studi: Kombinasi Vaksin dan Jaga Jarak Bisa Cegah Kenaikan Kasus Covid-19

Sebelumnya, lebih dari 60 ribu kasus bayi lahir prematur sebelum 37 minggu terjadi di Inggris setiap tahunnya. Mereka lebih berisiko meninggal dunia dan lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif setelah lahir.

Komentar