Terkait Pembekuan Darah, Swedia Stop Sementara Pakai Vaksin AstraZeneca

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 17 Maret 2021 | 11:42 WIB
Terkait Pembekuan Darah, Swedia Stop Sementara Pakai Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Beberapa negara telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk virus corona Covid-19, karena berkaitan dengan pembekuan darah.

Kini, Swedia juga mengikuti beberapa negara yang berkembang pesat untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk virus corona Covid-19.

Swedia berencana menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 ini sementara waktu sampai regulator Eropa menyelesaikan penyelidikan atas laporan pembekuan darah dan pendarahan pada sejumlah kecil individu.

Tapi, Badan Kesehatan Swedia mengatakan kalau tidak ada laporan pembekuan darah yang terjadi di wilayahnya. Tapi, mereka hendak menunggu hasil penyelidikan Badan Obat-obatan Eropa (EMA) untuk menentukan hubungan kasual antara koagulasi dan vaksin Covid-19.

EMA mengatakan pihaknya berencana untuk mengadakan komite keamanan untuk mencari kesimpulan tentang data tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Selain Swedia, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol termasuk di antara negara-negara yang menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca beberapa hari lalu.

"Keputusan itu adalah tindakan pencegahan," kata kepala ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell dikutip dari Fox News.

Di samping itu, perusahaan AstraZeneca berusaha untuk mempertahankan vaksin buatannya pada awal pekan ini.

Pihaknya terpaku pada tinjauan lebih dari 17 juta vaksinasi di UE dan Inggris yang tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam (DVT) atau trombositopenia.

baca juga

Bahkan tinjauan mengenai vaksin Covid-19 ini juga mengamati kelompok usia, jenis kelamin, kelompok atau negara tertentu. Perusahaan mencatat 15 peristiwa trombosis vena dalam dan 22 peristiwa emboli paru di antara orang yang vaksin pada 8 Maret 2021.

AstraZeneca mengatakan angka tersebut tidak melebihi koagulasi yang terjadi secara alami pada populasi umum, yang juga digaungkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan EMA.

Meskipun banyak negara yang bergerak cepat untuk menghentikan suntikan vaksin AstraZeneca, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berakhir Mei 2021, Kenapa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Singkat?

Berakhir Mei 2021, Kenapa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Singkat?

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:29 WIB

Wajib Tahu, Ini Gejala Penggumpalan Darah yang Mesti Diwaspadai

Wajib Tahu, Ini Gejala Penggumpalan Darah yang Mesti Diwaspadai

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:23 WIB

Selain AstraZeneca, Benarkah Vaksin Pfizer Juga Sebabkan Pembekuan Darah?

Selain AstraZeneca, Benarkah Vaksin Pfizer Juga Sebabkan Pembekuan Darah?

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:38 WIB

Terkini

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:41 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB

Bedah RUU Perampasan Aset, IMC Sebut 'Kekayaan Tak Wajar' Sudah Diatur di LHKPN

Bedah RUU Perampasan Aset, IMC Sebut 'Kekayaan Tak Wajar' Sudah Diatur di LHKPN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:37 WIB

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

×